Berharap pada Calon Abdi Negara

Jangan lupa, gaji mereka dibayar dari pajak kita semua. Supaya uang kita tak sia-sia, tentu para abdi rakyat harus betul-betul mengabdi pada kita dengan bekerja sebaik dan seprofesional mungkin.

EDITORIAL

Rabu, 20 Agus 2014 18:14 WIB

Author

KBR

Berharap pada Calon Abdi Negara

pns, calon pns, cpns

Pendaftaran online seleksi Calon PNS tahun ini sudah dimulai sejak kemarin. Sekitar 100 ribu orang dibidik untuk masuk ke 250 instansi pusat dan daerah. Pendaftaran secara online dipilih untuk menjamin prosesnya berjalan secara transparan dan akuntabel. Ujung-ujungnya, diharapkan terpilih PNS yang kompeten dan bebas KKN.

Ada banyak asa yang dititipkan para PNS ini. Apalagi menjadi aparatur negara masih dianggap sebagai status yang bergengsi di tengah masyarakat. Peminatnya membludak, meski masih banyak saja sindiran dan kritik terhadap kinerja PNS. Tahun lalu saja ada 1,6 juta orang yang melamar menjadi CPNS. Iming-iming utamanya adalah jaminan hidup dari negara.

Stereotip malas, makan gaji buta, korup serta tak profesional terlanjur melekat pada para PNS. Dan ini bukan tanpa bukti, bahkan sampai hari ini. Jumat pekan lalu misalnya pejabat Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan ditahan KPK dan beberapa hari lalu bekas PNS dari Komisi Yudisial didakwa korupsi miliaran rupiah.

Kabupaten Banyuwangi menjawab kritik terhadap CPNS dengan memperbaiki kualitas PNS di daerah. Misalnya dengan menetapkan syarat pendidikan strata satu (S1) dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3 sampai 3.5. Terobosan yang dilakukan Banyuwangi harus dihargai. Langkah ini bahkan semestinya diambil juga oleh daerah-daerah lain sebagai jawaban atas keresahan publik yang belum puas dengan kinerja para abdi negara.

Lewat seleksi online, PNS yang terseleksi diharapkan adalah orang-orang terpilih yang memang punya niat untuk berdedikasi pada rakyat. Selain cakap dalam hal intelektual, mereka juga terpuji dalam aspek psikologis alias perilaku, misalnya memiliki etos kerja dan jujur.

Jangan lupa, gaji mereka dibayar dari pajak kita semua. Supaya uang kita tak sia-sia, tentu para abdi rakyat harus betul-betul mengabdi pada kita dengan bekerja sebaik dan seprofesional mungkin.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - EDITORIAL

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17