Selanjutnya, Awasi Perjalanan Surat Suara

Berakhir sudah ketegangan lebih dari satu bulan terakhir di hari pencoblosan, Rabu kemarin (9/7). Lebih dari 190 juta pemilih yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) diperkirakan ikut merayakan pesta politik yang "terpanas" sepanjang pemilu sejak era Reform

EDITORIAL

Kamis, 10 Jul 2014 09:44 WIB

Author

KBR

Selanjutnya, Awasi Perjalanan Surat Suara

surat suara, dpt, kpu, jokowi, prabowo

Berakhir sudah ketegangan lebih dari satu bulan terakhir di hari pencoblosan, Rabu kemarin (9/7). Lebih dari 190 juta pemilih yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) diperkirakan ikut merayakan pesta politik yang "terpanas" sepanjang pemilu sejak era Reformasi. Pemilu presiden memang seakan membelah masyarakat kita dan sempat dikhawatirkan akan rusuh, meski secara umum berakhir lancar dan damai.

Kita melihat masyarakat sangat antusias mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih pemimpin yang mereka dambakan. Kedua calon presiden pun, Prabowo Subianto dan Joko Widodo menyatakan gembira atas antusiasme rakyat yang menyalurkan hak kontitusinya pada Pemilihan Presiden keempat pasca-Reformasi ini.

Peristiwa besar ini menjadi bukti bahwa sebagai negara besar, kita bisa berdemokrasi. Meski ada catatan di sana-sini tentang praktek politik uang, kampanye hitam, pengunaan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang masih terjadi.

Tentu ini menjadi pembelajaran bangsa ini untuk generasi mendatang. Sebab, jika aksi busuk itu dibiarkan, akan menjadi pendidikan politik yang buruk bagi generasi mendatang. Kita berharap kecerdasan berpolitik segenap warga negara akan melahirkan pemimpin yang terbaik bagi bangsa ini.

Pemerintah melalui Polri dan TNI juga harus terus memastikan keamanan pasca-pilpres. Pelanggaran pilpres yang dilakukan kedua belah kubu harus tetap dituntaskan. Sebab kita tak ingin ada kericuhan terkait hasil Pilpres yang merusak keberagaman di Indonesia.

Kita juga menunggu bukti kedua calon presiden untuk menerima kekalahan dan memiliki kebesaran jiwa seperti yang diucapkan dalam kampanye damai awal Juni lalu. Sementara, yang menang pun tidak perlu jumawa, dan harus merangkul pihak yang kalah.

Hasil quick count atau hitung cepat sebagian besar lembaga survei yang kredibel sudah menunjukkan siapa yang menang. Namun kepastian pemenang masih harus menunggu hitung resmi KPU.

Sembari menunggu proses hitung resmi KPU yang butuh waktu sekitar 2 pekan, yang mesti dikerjakan adalah mengawasi perjalanan kertas suara mulai dari tingkat TPS hingga ke pusat. Kita tak ingin proses pencoblosan yang diiikuti warga dengan gembira, dikotori tindakan curang.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - EDITORIAL

Most Popular / Trending

What's Up Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pidato Jokowi Visi Indonesia Tak Ramah HAM

News Beat