Ramai-ramai Kawal RRI

Mendadak RRI ramai diperbincangkan. Mendadak ada banyak grafis yang beredar dengan tagar #saveRRI atau Selamatkan RRI. Tagar ini bahkan sempat menjadi trending topic di Twitter.

EDITORIAL

Rabu, 16 Jul 2014 09:29 WIB

Author

KBR

Ramai-ramai Kawal RRI

rri, quick count, survei, twitter, orde baru

Mendadak RRI ramai diperbincangkan. Mendadak ada banyak grafis yang beredar dengan tagar #saveRRI atau Selamatkan RRI. Tagar ini bahkan sempat menjadi trending topic di Twitter. Ini semua bermula dari hitung cepat alias quick count yang dilakukan RRI. RRI selama ini tak pernah masuk radar sebagai lembaga survei yang melakukan hitung cepat di Pemilu Presiden. Tapi jangan salah, RRI terdaftar di KPU sebagai lembaga survei yang berhak lakukan hitung cepat.

Sebagai Lembaga Penyiaran Publik, RRI memastikan kalau hitung cepat yang dilakukan adalah netral dan independen. RRI mendata 2000 TPS sebagai sampel. Hasil hitung cepat RRI beda tipis dengan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei macam CSIS-Cyrus Network, Lingkaran Survei Indonesia, SMRC, atau Indikator Politik Indonesia yang nota bene dianggap sebagai lembaga survei yang kredibel. Di hitung cepat RRI, Joko Widodo - Jusuf Kalla yang jadi pemenang.

Sebelum ada kejadian ini, RRI nyaris tak pernah diperbincangkan. Zaman Presiden Suharto, RRI memang identik dengan Orde Baru, yang program warta beritanya wajib diputar semua radio. Warta berita di RRI kala itu melulu berisi propaganda pemerintah, juga harga cabe keriting, kol gepeng dan sebagainya.

Tapi sekarang, RRI seperti menjelma dalam wajah baru. Berbondong-bondong orang memasang tagar #saveRRI sebagai bentuk kepedulian kepada kondisi politik saat ini. Mereka yang semula tak pernah dengar hasil hitung cepat RRI mendadak jadi perhatian. Prestasi hasil hitung cepat RRI pun tak buruk. Di Pemilu Legislatif 2014 lalu pun, hasil hitung cepat RRI dipuji Presiden SBY karena hasilnya paling mendekati rekapitulasi KPU. Begitu juga dengan hasil hitung cepat RRI saat Pilkada DKI Jakarta.

Di tengah situasi politik yang begitu tegang pasca hitung cepat, posisi RRI jadi sangat strategis. RRI adalah lembaga penyiaran negara yang independen meski mendapat dana dari APBN. Tak semestinya hanya karena hitung cepat yang memenangkan Jokowi sebagai Presiden Indonesia, RRI lantas ditekan. #saveRRI kini jadi semacam simbol perlawanan kembalinya Orde Baru. RRI yang dulunya dianggap suara pemerintah, kini menjadi simbol independensi untuk urusan hitung cepat.

DPR seharusnya memberi penghargaan, bukan malah menekannya.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - EDITORIAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18