Hari Kemenangan

Kampanye negatif, kampanye hitam, hingga fitnah-fitnah yang ditelan mentah-mentah oleh sebagian warga menunjukkan masa puasa, untuk sebagian orang, tak terlalu berpengaruh pada pengendalian dirinya atas nafsu-nafsu kekuasaan.

EDITORIAL

Minggu, 27 Jul 2014 22:33 WIB

Author

KBR

Hari Kemenangan

Iedul Fitri, hari kemenangan, kampanye hitam, prabowo-hatta, jokowi-jk

Ramadhan sudah usai. Saatnya umat Muslim seluruh dunia merayakan hari kemenangan, kembali ke fitrah kemanusiaan kita.

Di Indonesia, Iedul Fitri kali ini menjadi istimewa karena selama puasa kita diuji habis-habisan dengan perang kampanye pemilu presiden. Ujian ini begitu berat, karena tidak saja kita menyaksikan kompetisi sangat ketat antara dua kandidat Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK. Tetapi juga karena pertempuran antar kedua pendukung telah membelah warga ke dalam dua kubu besar yang saling berseberangan.

Kampanye negatif, kampanye hitam, hingga fitnah-fitnah yang ditelan mentah-mentah oleh sebagian warga menunjukkan masa puasa, untuk sebagian orang, tak terlalu berpengaruh pada pengendalian dirinya atas nafsu-nafsu kekuasaan.

Ini memang masa-masa menyedihkan, karena hanya demi menjatuhkan reputasi lawan, segala cara yang yang patut justru diumbar secara vulgar. Gambaran umum tentang orang Indonesia yang ramah, tulus, dan sopan buyar dengan strategi busuk yang dengan gampang kita temukan baik di media arus utama maupun media sosial.

Kita bertanya-tanya, apakah hanya demi berebut kekuasaan, segala cara kotor harus dibenarkan? Pertanyaan ini mesti dilontarkan karena baru dalam pemilu kali inilah, kampanye hitam yang menjijikkan mengalami puncaknya. Begitu banyak berita, begitu banyak informasi yang berseliweran, sehingga kadang kita sulit membedakan mana yang faktual dan mana yang kelasnya sampah.

Sejak kecil kita diajari, selama bulan puasa, setan-setan diikat agar tak mengganggu manusia. Namun melihat praktik kampanye yang demikian buram, kita berpikir, jangan-jangan setan-setan itu sudah kalah jahat dengan manusia. Kampanye hitam dan fitnah yang bertebaran itu telah mendegradasi kemanusiaan dan akal sehat kita hingga ke titik paling rendah.

Hari ini puasa sudah berakhir. Semua merayakan kemenangan di hari suci. Kemenangan yang tak mungkin digugat ke Mahkamah Konstitusi.


Tapi setidaknya kita berharap, lepas dari sengketa pemilu presiden yang saat ini berada di tangan MK, seluruh warga Indonesia bisa bersatu kembali. Nusantara layak dipertahankan, dijaga, dirawat sebagaimana kita menjaga dan merawat berbagai perbedaan yang menjadi fitrah manusia.

Anda, kita semua, entah pendukung Prabowo-Hatta atau Jokowi-JK, adalah tetap warga negara Indonesia. Hari ini kita bersama lagi, berjabat tangan kembali.

Selamat menikmati Lebaran bersama keluarga.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Antipunah Episode Ekonomi Lestari Lewat Wirausaha Sosial

Pengenaan PPN Pada Sembako, Tepatkah?

Kabar Baru Jam 8

Pengetatan Pelaku Perjalanan Internasional Cukup Kuat?