Sensitivitas yang Hilang

Bekas Presiden Amerika Serikat, John F Kennedy pernah bilang,

EDITORIAL

Senin, 30 Jun 2014 08:14 WIB

Author

KBR

Sensitivitas yang Hilang

Ahmad Dhani Nazi, Ratna Sarumpaet rasis, kampanye hitam Obor Rakyat, majalah Time

Sebagian orang berharap pemilu presiden (pilpres) dipercepat. Ini agar hidup kesehariannya kembali normal, tak dipenuhi kampanye politik, baik di media massa, media sosial, hingga pergaulan sosial.

Harapan semacam itu kebanyakan memang datang dari orang-orang biasa; mereka yang aktivitas sehari-harinya tak banyak bersentuhan dengan urusan dukung-mendukung salah satu pasangan kandidat.

Mungkin mereka lelah atau jenuh. Media massa, khususnya televisi, terlihat begitu berpihak: hanya menyoroti sisi positif dan dukungan yang mengalir dari salah satu calon. Sebaliknya, cenderung menyoroti sisi negatif dari calon lain.

Di media sosial seperti Facebook dan twitter pun tak berbeda, perang antarpendukung tak pernah berhenti. Sebagian akun malah begitu aktif menyebarluaskan kampanye negatif, bahkan kampanye hitam.  Hilang semua kesantunan, hilang semua akal sehat, karena satu-satunya tujuan adalah menjatuhkan lawan, kalau perlu dengan menyebarkan fitnah.

Di dataran lapangan, teror dan intimidasi berlangsung dalam senyap. Media massa luput memantau karena terlampau sibuk mengikuti tokoh-tokoh yang terlibat dalam kampanye. Kalau pun sempat memberitakan, itu tak jadi isu dominan, tertutup hiruk-pikuk isu politik yang lain.

Isu keterlibatan babinsa, misalnya, langsung berhenti begitu petinggi TNI bilang tak ada kebijakan institusional yang memerintahkan aparatnya untuk berpihak kepada salah satu kandidat.

Maka kita lihat absurdnya kampanye pilpres kali ini. Kapolri Sutarman merasa tak bisa bertindak tegas terhadap tabloid Obor Rakyat, meski jelas-jelas ini tabloid gelap yang hanya berisi fitnah.

Musisi Ahmad Dhani begitu bangga memakai atribut ala Heinrich Luitpold Himmler, komandan tentara SS – pengendali kamp konsentrasi Nazi-nya Hitler yang makan korban ratusan ribu orang. 

Maka sungguh mengherankanketika Ahmad Dhani muncul dalam video kampanyenya memakai atribut yang bahkan di Jerman sekalipun menjadi hal terlarang.Kampanye Ahmad Dhani itu tak pelak menjadi sorotan media internasional. Salah satunya majalah Time.

Tapi reaksi tak terduga justru muncul dari seniman teater Ratna Sarumpaet. Entah karena apa, Ratna yang mengaku golput justru menyerang wartawan Time secara rasis dan menyebarluaskan foto anaknya lewat akun twitter tanpa merasa bersalah sedikit pun.

Kalau seniman sudah kehilangan sensitivitas, lantas apa lagi yang bisa kita harapkan dari dunia seni?

Bekas Presiden Amerika Serikat, John F Kennedy pernah bilang, “Kalau politik mengotori, puisi membersihkan.”

Tapi kalau seniman sudah jatuh ke tingkat paling rendah hanya untuk menjatuhkan lawan, sungguh kita harus bertanya: apa yang tengah terjadi pada bangsa ini?

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pilkada Serentak Diwarnai Calon Tunggal