Lihat Cara Tiongkok Tangani Polusi

Kata orang, bergurulah sampai ke negeri Tiongkok. Soal mengatasi polusi, barangkali kita memang bisa meniru langkah Tiongkok.

EDITORIAL

Kamis, 19 Jun 2014 17:39 WIB

Author

KBR

Lihat Cara Tiongkok Tangani Polusi

polusi, tiongkok, Commuter Line, transjakarta

Kata orang, bergurulah sampai ke negeri Tiongkok. Soal mengatasi polusi, barangkali kita memang bisa meniru langkah Tiongkok.

Tiongkok terkenal karena polusi udaranya. Bahkan kotornya udara Tiongkok dianggap sebagai penyebab kematian prematur 1,2 juta bayi di sana pada tahun 2010. Sementara tahun lalu, hanya tiga dari 74 kota di Tiongkok yang dianggap memenuhi standar kebersihan udara menurut Pemerintah setempat. Mengingat Tiongkok adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, maka jumlah korban akibat polusi udara ini pastilah luar biasa besarnya.

Dengan begitu banyak korban, Pemerintah Tiongkok memutuskan untuk membinasakan 5,3 juta kendaraan yang sudah tua dan tidak memenuhi standar Tiongkok. Ini adalah upaya Tiongkok untuk mengurangi kadar polusi udara dalam dua tahun mendatang. Dari jutaan mobil butut yang akan dimusnahkan, 330 ribu di antaranya berasal dari Tiongkok.

Ini bukan langkah pertama yang dilakukan Tiongkok untuk menyelamatkan warganya dari polusi udara. Sebelumnya, Beijing pernah menawarkan subsidi antara 400 sampai 2300 dollar bagi mereka yang mengembalikan mobil butut mereka. Namun langkah yang terbaru ini diyakini bisa membawa perubahan signifikan. Dengan pembasmian kendaraan yang tidak memenuhi standar, Beijing akan membatasi jumlah kendaraan yang lalu lalang menjadi 5,6 juta kendaraan. Diharapkan langkah ini bisa mengurangi jumlah emisi karbon sampai 4 persen tahun ini dan lebih dari 3,5 persen tahun depan.

Kota-kota besar di Indonesia punya masalah yang sama dengan Tiongkok yaitu soal polusi. Dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi di Indonesia, bisa jadi kita segera menyusul Tiongkok. Tentu saja sudah ada sejumlah langkah yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi polusi udara yang terus merongrong ini. Bus Trans Jakarta di ibukota adalah salah satunya, juga penggunaan Commuter Line. Tapi kenyataannya, jalanan tetap macet dan karbon dioksida tetap membumbung ke udara. Di antara banyak penyebabnya adalah kendaraan-kendaraan yang butut dan tak memenuhi standar kesehatan udara. Tengok saja Metro Mini dengan asap hitam yang melintas jalan-jalan utama kota ini.

Pesan yang bisa kita serap Tiongkok adalah kadang kita butuh langkah radikal untuk mengatasi suatu persoalan. Menghilangkan jutaan mobil dari jalanan Tiongkok pastilah tak mudah, tapi itu mesti dilakukan Begitu juga Indonesia – baik untuk urusan polusi atau urusan-urusan lainnya. Kadang butuh langkah radikal untuk maju, demi kebaikan bersama.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Mengenang Sosok Artidjo Alkostar

Kabar Baru Jam 7

Inisiatif Daur Pangan di Masa Pandemi

Mama 'AW': Menerobos Semak Berduri