covid-19

Pilpres Satu Putaran?

Bagaimana dengan Partai Golkar dan Partai Demokrat? Dua partai ini tampak yang paling bingung menghadapi pilpres mendatang.

EDITORIAL

Minggu, 18 Mei 2014 20:26 WIB

Author

KBR68H

Pilpres Satu Putaran?

pemilu presiden, pilpres satu putaran, undang undang pemilu presiden, jokowi, prabowo subianto

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah membuka pendaftaran calon presiden dan wakil presiden sejak hari ini, Minggu (18/5). Tapi jangankan mendaftar, para tokoh yang jelas-jelas berniat bertarung di pilpres pun hingga kini belum ada satu pun yang mengumumkan secara resmi, siapa cawapresnya.

Prabowo Subianto dari Partai Gerindra disebut-sebut hendak berpasangan dengan Hatta Rajasa dari PAN. Selain PAN, Gerindra juga sudah mengantongi dukungan dari PPP dan PKS. Sedangkan Joko Widodo dari PDI Perjuangan mendapat dukungan dari Partai Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI. Beberapa nama yang disebut-sebut bakal mendampingi Jokowi adalah Jusuf Kalla, Abraham Samad, Mahfud MD.

Bagaimana dengan Partai Golkar dan Partai Demokrat? Dua partai ini tampak yang paling bingung menghadapi pilpres mendatang. Konvensi Demokrat yang dimenangi Dahlan Iskan tak bunyi apa-apa. Justru yang muncul adalah Pramono Edhie Wibowo, adik Ani Yudoyono, yang santer hendak dipasangkan dengan Aburizal Bakrie dari Golkar. Padahal Ical masih tampak bimbang, apakah bergandeng tangan dengan Demokrat atau merapat ke PDI Perjuangan.

Satu partai lagi, yakni Partai Bulan Bintang, partainya Yusril Ihza Mahendra, tampaknya tak menjadi faktor karena perolehan partai ini tak mencukupi ambang batas minimal jumlah suara di parlemen. Senasib dengan PBB adalah PKPI yang dipimpin Sutiyoso.

Berapa jumlah pasangan capres/cawapres yang bakal maju, dengan begitu masih jadi tanda tanya hingga  kini. Sebagian orang berharap yang maju hanya dua pasang calon agar publik segera mendapat kepastian siapa yang bakal memimpin Indonesia lima tahun mendatang. Juga agar pemilu presiden berlangsung hanya dalam satu putaran dan dengan demikian akan menghemat beban belanja negara.

Tapi sebagian yang lain justru berharap agar ada lebih dari dua pasang agar para pemilih memiliki alternatif di luar Jokowi atau Prabowo.  Diperkirakan, kalau ada lebih dari dua pasang calon, pemilu pun bakal berlangsung dua putaran.

Tapi betulkah kalau hanya dua pasang calon yang maju pemilu bakal berlangsung satu putaran? Kalau merujuk Undang Undang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, hitungannya cukup rumit. Di situ disebut, pasangan calon yang terpilih harus mendapat suara 50% lebih dari jumlah suara dalam pemilu dengan sedikitnya 20% suara di 17 provinsi.

Jadi bisa saja pasangan calon itu memperoleh suara lebih dari 50%, tapi karena jumlah suaranya tak mencapai minimal 20% di setengah jumlah provinsi di Indonesia,  maka pemilu mesti diulang lagi. Pengetahuan ini yang mestinya dimiliki seluruh calon pemilih.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Mampukah Polisi Respons Cepat Kasus yang Libatkan Anggotanya?