PR Besar Usai Pemilu

Ada banyak pekerjaan rumah dan agenda besar menunggu ditangani dan diselesaikan sesuai janji pemerintah. Mulai dari kasus teror Novel Baswedan hingga mengusut dalang pembunuh aktivis HAM Munir.

OPINI , EDITORIAL

Jumat, 19 Apr 2019 00:59 WIB

Author

KBR

Petugas PPK mengumpulkan logistik Pemilu 2019

Ilustrasi: Petugas PPK membawa kotak logistik hasil pemilu serentak tahun 2019 di kantor Camat Ulee Kareng, Banda Aceh.(Foto: Antara/Ampelsa).

Pesta demokrasi itu usai sudah. Perhelatan besar kini memasuki masa-masa antiklimaks. Menunggu keputusan resmi dari penyelenggara pesta, yaitu KPU .

Setelah energi begitu besar terkuras untuk pemilu, kini saatnya semua kembali membumi. Terutama pemerintah. 

Ada banyak pekerjaan rumah dan agenda besar menunggu ditangani dan diselesaikan sesuai janji pemerintah. Mulai dari kasus teror Novel Baswedan, sejumlah perkara pelanggaran hak asasi manusia berat masa lalu, berbagai perkara intoleransi, hingga mengusut dalang pembunuh aktivis HAM Munir.

Sekiranya hasil rekapitulasi KPU akhir Mei nanti juga memenangkan petahana,  tidak ada alasan lagi bagi Presiden Joko Widodo menunda bergerak menyelesaikan apa yang sudah dijanjikan sebelumnya.

Pertimbangan elektabilitas pemilu, sudah usai. Pertimbangan politik apapun mestinya sudah tidak lagi menjadi kendala. Urusannya tinggal mau atau tidak.

Pemilu usai juga tidak berarti publik sudah bisa bernafas lega. Tanggung jawab sebagai warga negara masih harus berjalan: mengawal orang-orang terpilih itu, baik eksekutif atau legislatif agar amanah menjaga kepercayaan warga.  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - EDITORIAL

Most Popular / Trending

Cek Fakta Top 5 Hoax of The Week 7-13 September 2019

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Presiden Tegas Tetapkan Darurat Nasional Kabut Asap

Kabar Baru Jam 15