Mari Mencoblos!

Setelah mendengar kampanye berhari-hari. Setelah melewati aneka poster dan baliho berisi wajah caleg. Setelah menonton dan mendengar iklan partai tak henti-henti di media massa. Ini lah saatnya untuk menentukan.

EDITORIAL

Rabu, 09 Apr 2014 10:05 WIB

Author

KBR68H

Mari Mencoblos!

pemilu, kampanye, caleg, mencoblos, golput

Setelah mendengar kampanye berhari-hari. Setelah melewati aneka poster dan baliho berisi wajah caleg. Setelah menonton dan mendengar iklan partai tak henti-henti di media massa. Ini lah saatnya untuk menentukan.

Bersihkan pikiran Anda. Pikirkan Indonesia di masa mendatang. Seperti apa
wajah Indonesia yang Anda inginkan? Indonesia yang bersih pemilu, yang toleran, yang punya kebijakan publik yang bisa dirasakan semua orang. Negeri yang layak ditempati dan bisa dibanggakan.

Tanggalkan baju-baju agama, suku, ras atau apa pun yang bisa mengkotak-kotakkan warga. Ini lah saatnya memikirkan Indonesia untuk semua, tanpa membeda-bedakan. Karena negeri ini didirikan para founding fathers sebagai negara persatuan. Karena di masa lalu semua orang dari berbagai agama, suku dan ras ikut sama-sama berjuang demi Indonesia yang merdeka.

Kalau Anda memilih untuk golput, tentu saja ini hak politik yang bisa dipakai. Tak ada aturan hukum apa pun untuk menghukum pelaku golput. Yang dihukum hanyalah mereka yang mengajak orang lain untuk golput, karena itu artinya menghalangi orang lain memenuhi hak politik mereka. Dan kalau Anda golput, pikirkan betul kenapa Anda harus golput di Pemilu kali ini. Jangan sampai Anda golput hanya karena Anda tak tahu siapa yang harus dipilih atau parahnya lagi, sekadar ikut-ikutan

Ada banyak cara mengenali siapa caleg yang akan dipilih. Ada banyak lembaga yang menyodorkan piranti yang bisa membuat Anda memilih. Anda masih punya waktu sampai jam 1 siang nanti untuk memutuskan: untuk memakai hak politik Anda atau bungkam.

Negeri ini butuh kita semua untuk membangun. Betul, banyak infrastruktur politik dan kenegaraan dan publik kita yang masih bobrok. Tapi apalah artinya kalau kita semua bungkam dan diam. Memilih untuk apatis tak berkontribusi apa pun bagi negeri ini. Ibarat orang numpang hidup dan tinggal di bumi pertiwi, tapi hanya mau enaknya saja.

Maka inilah saatnya.

Lima menit untuk lima tahun. Untuk Indonesia yang lebih baik.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - EDITORIAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Aparat diminta Tingkatan Kualitas Pengamanan Pejabat Negara