Petaka Rusaknya Cyclop

Lokasi cagar alam itu sejak 16 tahun silam, dirambah untuk permukiman. Kerusakan diperparah dengan penebangan liar dan penambangan di kawasan cagar.

OPINI , EDITORIAL

Selasa, 19 Mar 2019 00:15 WIB

Author

KBR

Warga Sentani Papua mengungsi karena banjir

Warga mengungsi akibat banjir bandang di Sentani, Jaya Pura, Papua, Senin (18/3/2019). (Foto: Antara/Zabur Karuru).

Bencana banjir bandang dan longsor di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua mengakibatkan 80 warga kehilangan nyawa, dan 40an lainnya belum ditemukan. Selain merusakkan sarana dan prasarana, bencana juga mengakibatkan ribuan warga terpaksa mengungsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menengarai bencana terjadi  karena rusaknya lingkungan di kawasan Pegunungan  Cyclop.  Lokasi cagar alam itu sejak 16 tahun silam, dirambah untuk permukiman. Kerusakan diperparah dengan penebangan liar dan penambangan di kawasan cagar.

Pada 5 tahun silam, duta besar Norwegia menyampaikan kekecewaannya saat mengunjungi Pegunungan Cyclop. Kunjungan dimaksudkan mengecek manfaat bantuan sejumlah 1,2 juta dolar atau setara 17 miliar rupiah untuk menjaga kawasan cagar. Alih-alih melihat kawasan yang terlindungi, justru yang  ditemui tak jauh dari pos satgas pengamanan cagar yang dibangun dengan dana hibah itu,  menjadi tempat penambangan pasir. Sungguh ironis dan memalukan.

Kini keteledoran itu berbuah bencana yang memakan korban puluhan jiwa. Pemerintah harus bertanggung jawab memperbaiki dan  memulihkan kembali kawasan cagar alam. Karena hanya dengan pemulihan inilah bisa dicegah terulangnya petaka lingkungan. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.