Keselamatan Tambang

Longsor di tambang pada pekan lalu di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara menyebabkan puluhan orang tertimbun dan menewaskan sembilan orang.

OPINI | EDITORIAL

Selasa, 05 Mar 2019 00:50 WIB

Author

KBR

Evakuasi korban kecelakaan tambang Bolaang Mongondouw

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban kecelakaan tambang Bolaang Mongondouw, Sulawesi Utara, 27 orang, 19 luka-luka dan 8 meninggal dunia. (Foto: Antara/Adwit B Pramono).

Pemerintah dituding abai dengan ancaman bahaya bencana di pertambangan baik yang berizin atau tidak. Longsor di tambang pada pekan lalu di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara  menyebabkan puluhan orang tertimbun dan menewaskan sembilan orang. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengatakan telah berupaya  maksimal untuk memberantas pertambangan tak berizin.

Tapi menurut organisasi lingkungan Jatam, itu tak cukup. Karena pertambangan berizin yang dikelola oleh perusahaan besar juga tetap harus diwaspadai. Penyebabnya, kerap ada pelanggaran analisa dampak lingkungan (Amdal) dan standar operasional pertambangan.  Selain membahayakan penambang, operasional pertambangan juga bisa berdampak buruk pada masyarakat sekitar.

Lihat misalnya lubang bekas tambang batu bara di Kalimantan. Dalam beberapa tahun ini lebih 30 orang tewas tenggelam di sana. Alih-alih penyelesaian, para pegiat lingkungan yang mempersoalkannya malah menerima teror.

Jadi selain abai pada penambang, pemerintah baik di pusat dan daerah tak mempedulikan warga yang berada di sekitar lokasi pertambangan, termasuk juga para pegiat lingkungan. Karena itu, kita mendesak tak hanya pertambangan tradisional atau tak berizin  yang ditindak, tapi juga mengaudit pertambangan yang berizin. Demi keselamatan penambang, juga warga sekitar. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - EDITORIAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar