Urusan Pribadi

Kita juga perlu belajar melihat orang dari rekam jejak profesionalnya, bukan dari kisah pribadi penuh bumbu di sana sini.

OPINI , EDITORIAL

Senin, 28 Jan 2019 00:55 WIB

Author

KBR

Urusan pribadi Ahok

Ahok bersama keluarga dan kerabat usai bebas dari penjara (Foto: Antara/tim BTP)

Manusia pada dasarnya punya rasa ingin tahu yang tinggi. Kadang keliwat tinggi sehingga informasi terus digali-gali seolah tanpa ujung. Seperti soal Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang kini minta disapa BTP. Begitu keluar penjara, semua mata sibuk terarah ke sana. Ralat, bahkan sebelum dia keluar penjara pun, semua sudah sibuk menduga: apa yang akan dilakukan Ahok setelah ini?

Sepanjang akhir pekan ini, warganet sibuk berkomentar, berasumsi, menduga-duga soal apa yang akan dilakukan Ahok di kehidupan pribadinya. Terutama terkait rencana pernikahannya dengan Puput, ajudan eks istrinya. Segala hal soal latar belakang agama, kehidupan percintaan sampai sapaan mesra keduanya jadi bahasan. Sampai ada yang berkomentar: yang masuk penjara itu Ahok yang politisi, sementara yang keluar penjara itu BTP yang selebriti. 

Tokoh publik memang wajar jadi sorotan publik. Tapi akan jauh lebih menarik kalau kita bicara soal aspek profesionalisme dari si tokoh publik ini. Pilihan pribadi biarlah menjadi pilihan pribadi, yang tak perlu dibahas, dikomentari atau diasumsikan macam-macam oleh kita yang hanya melihatnya dari jauh. Kita juga perlu belajar melihat orang dari rekam jejak profesionalnya, bukan dari kisah pribadi penuh bumbu di sana sini. Menjadi komentator memang asik, tapi lebih asik lagi kalau yang dikomentari adalah urusan prestasi, bukan soal pribadi. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.