Share This

[Advertorial] SOS Children’s Villages Indonesia: Run To Care 2018

Mengambil start di Kota Yogyakarta, race akan finish di SOS Children’s Village Semarang yang terletak di Kecamatan Banyumanik, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

KABAR BISNIS , KABAR BISNIS

Rabu, 08 Agus 2018 12:50 WIB

SOS Children’s Villages Indonesia, kembali menyelenggarakan gelaran Run To Care. Masih mengusung konsep ultramarathon, Run To Care tahun ini akan dilaksanakan pada 10-12 Agustus 2018 dan mengambil rute Yogyakarta-Semarang sejauh 150 KM.

Run To Care merupakan ajang charity run yang digagas oleh SOS Children’s Villages Indonesia sejak 2016. Run To Care menggandeng komunitas lari dan pelari tunggal untuk mengikuti ajang lari yang sudah ada sambil menggalang dana untuk pengasuhan dan pendidikan anak-anak. Tahun 2017, SOS Children’s Villages Indonesia menginisiasi ajang lari Run To Care “Village to Village” dimana sebanyak 74 pelari berlari dari Cibubur-Lembang sejauh 150 KM. Dana yang terkumpul digunakan untuk membiayai renovasi rumah tinggal dan fasilitas anak di Lembang, Semarang, Tabanan, dan Flores. Mengambil tema Empowering Youth Through Running, Run To Care akan kembali diselenggarakan di tahun 2018. 

Anak-anak muda dalam pengasuhan alternatif merupakan kelompok yang rentan. Mereka memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan dan kurang mendapat dukungan untuk mendapatkan keterampilan yang memadahi. Hal ini menjadi faktor utama sulitnya mendapat pekerjaan yang layak bagi mereka. Melalui Run To Care Yogyakarta-Semarang 150 KM yang dilaksanakan bertepatan dengan International Youth Day yang diperingati setiap tanggal 12 Agustus, SOS Children’s Villages Indonesia mengajak para pelari dan publik bersama-sama #JadikanAnakMudaHebat dengan mendukung pemberdayaan anak muda SOS agar mereka dapat mandiri dan berkontribusi kepada masyarakat.

“Saat ini, terdapat lebih dari 2.000 anak muda berusia 15-24 tahun berada di bawah naungan SOS Children’s Villages Indonesia. Misi kami adalah memberikan bekal yang cukup, baik itu pendidikan maupun keterampilan yang sesuai minat bakat agar mereka bisa mandiri di kemudian hari. Secara global, saat ini hanya sekitar 60% anak muda yang meninggalkan SOS Children’s Villages berhasil mandiri secara finansial. Target kami adalah menaikkan angka ini menjadi 90% di tahun 2030. Untuk mencapai visi ini, kami tidak bisa bekerja sendiri. Melalui Run To Care tahun ini, kami mengajak masyarakat luas untuk turut serta memberikan pendidikan dan keterampilan yang memadahi untuk bekal mereka,” kata Gregor Hadi Nitihardjo, National Director SOS Children’s Villages Indonesia.

Mengambil start di Kota Yogyakarta, race akan finish di SOS Children’s Village Semarang yang terletak di Kecamatan Banyumanik, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Race akan dimulai pada pukul 22.00 WIB pada tanggal 10 Agustus 2018 dengan cut of time (COT) atau waktu maksimal yang diizinkan adalah 40 jam atau maksimal tiba pukul 14.00 WIB tanggal 12 Agustus 2018. Sama seperti Run To Care tahun 2017, tahun ini akan dibuka 3 kategori yaitu individu 150 KM, Relay 2 orang masing-masing 75 KM, dan Team 4 orang masing-masing 35-40-35-40 KM. Pendaftaran untuk umum dibuka hari ini 13 Februari-11 April 2018. Adapun crowdfunding melalui situs Kitabisa.com akan dibuka mulai 15 Mei-31 Agustus 2018. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membiayai pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi anak-anak muda di SOS Children’s Villages Indonesia. 

rtc
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.