Share This

Jadi Ketum PSSI, Edy Enggan Mundur jadi Pangkostrad

"Akan rapat malam ini untuk menyelesaikan masalah-masalah bola sepak,"

OLAHRAGA

Kamis, 10 Nov 2016 21:15 WIB

Yudi Rachman
Author

Yudi Rachman

Ketua Umum PSSI terpilih Edy Rahmayadi. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) terpilih Edy Rahmayadi tidak akan mundur dari jabatan sebagai Panglima Kostrad. Edy mengatakan, tidak ada permasalahan rangkap jabatan dengan jabatan TNI dan jabatan sebagai Ketua Umum PSSI.

"Tidak ada masalah. (Berarti akan tetap rangkap jabatan?) Iya," jelas Edy di Jakarta, Kamis (10/11/2016)

Baca: Mabes TNI Mendukung

Edy Rahmayadi menambahkan, pengurus baru PSSI 2016-2020 akan melakukan konsolidasi dan menyelesaikan berbagai persoalan paling lambat 1 Januari 2017.Beberapa masalah yang menjadi prioritas adalah masalah dualisme seperti Persebaya.

"Kita akan selesaikan itu paling lambat 1 Januari 2017. Kita bersama exco (executive commitee) terpilih akan rapat malam ini untuk menyelesaikan masalah-masalah bola sepak," tambahnya.

Mengenai siapa sekjen yang akan mendampingi, Edy mengatakan, posisi sekjen nantinya akan diisi wajah baru dan orang baru yang tidak berhubungan dengam pengurus lama.

"Nama sekjen sudah nanti, orang baru. Nantilah kalau sudah saya tandatangani," kelitnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.