Share This

Indonesia Rebut 2 Gelar di China Open

Dua gelar tersebut dipersembahkan oleh pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

NASIONAL , OLAHRAGA

Minggu, 20 Nov 2016 20:26 WIB

Sasmito
Author

Sasmito

Tontowi/Liliyana. Foto: Antara

KBR- Indonesia berhasil merebut 2 gelar juara dalam China Open Super Series Premier 2016. Dua gelar tersebut dipersembahkan oleh pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Tontowi/Liliyana berhasil memenangi 2 dari 3 set dari pasangan tuan rumah Zhang Nan/Li Yinhui yakni 21-13, 22-24 dan 21-16.

Sementara itu, pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil meraih gelar juara usai mengalahkan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen. Mereka menang dua game langsung dengan 21-18 dan 22-20.

Sebelumnya Kevin/Marcus memenangkan dua titel super series di India Open Super Series 2016 dan Australian Open Super Series 2016.

“Kami sangat senang bisa menjadi juara di sini. Ini merupakan gelar keempat kami tahun ini, setelah dua super series dan grand prix gold. Kami senang dengan hasil tahun ini, karena tahun lalu hanya bisa menang satu kali di grand prix,” ujar Marcus seperti dikutip dari laman badmintonindonesia.org.

“Pastinya senang banget bisa menang di premier. Step by step gelar bisa kita dapat sedikit-sedikit. Tapi ya masih banya yang masih kami kejar,” kata Kevin.

Turnamen ini juga menjadi sejarah bagi China yang tak mendapatkan satupun gelar dalam China Open Super Series Premier. (badmintonindonesia.org/sas)
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.