Share This

Sriwijaya FC Janji Fair Play

Mereka minta wasit juga profesional

, BERITA , OLAHRAGA

Sabtu, 17 Okt 2015 20:02 WIB

Logo klub Sriwijaya FC (www.beritasriwijayafc.com)

KBR, Jakarta- Sriwijaya FC berjanji mempertontonkan sportivitas dalam laga final Piala Presiden besok malam. Manajer Sriwijaya FC Robert Heri mengatakan, hal ini ditunjukkan klubnya sejak babak penyisihan. Namun, Robert meminta pihak penyelenggara memilih wasit yang profesional untuk memimpin pertandingan puncak.

"Kami dari Sriwijaya FC akan menjunjung tinggi, apapun hasil pertandingan besok, tentunya dengan semangat fair play yang sudah kami buktikan, Sriwijaya tidak pernah melakukan sesuatu yang di luar peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan di awal," ujarnya dalam keterangan pers jelang H-1 pertandingan di Jakarta, Sabtu (17/10).

"Dan ini sudah kami buktikan semua, dari babak penyisihan sampai kemarin kami main di Solo. Kami berharap Mahaka akan menunjuk wasit yang terbaik," ujarnya lagi.

Robert Heri menambahkan, Sriwijaya memperkirakan suporter yang datang ke Gelora Bung Karno besok mencapai 5 ribu orang. Kata dia, banyak suporter dari Sumatera Selatan naik truk lantaran mayoritas pemilik bus menolak menyewakan armadanya. Menurutnya, kemungkinan pemilik bus khawatir terjadi kerusuhan di Jakarta.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.