Share This

Danau Kering, Atlet Dayung Rembang Mengungsi Latihan

Dalam kurun satu setengah bulan terakhir mereka tidak bisa berlatih karena sejumlah danau buatan yang selama ini digunakan untuk latihan sudah kering kerontang.

BERITA , NUSANTARA , OLAHRAGA

Selasa, 15 Sep 2015 16:31 WIB

Embung Rowosetro, tempat latihan tim dayung Rembang, mengering. (Foto: Musyafa/KBR)

KBR, Rembang - Musim kemarau panjang mengganggu aktivitas latihan atlet dayung di kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Dalam kurun satu setengah bulan terakhir mereka tidak bisa berlatih karena sejumlah danau buatan yang selama ini digunakan untuk latihan sudah kering kerontang.

Pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Rembang Joko Adib Sulistyo menjelaskan atlet dayung terpaksa mengungsi keluar daerah, untuk mencari tempat latihan. Salah satunya di Kali Juwana, Kabupaten Pati.

Joko Adib Sulistyo mengatakan program latihan harus tetap berjalan walau harus mengungsi. Jika nantinya danau buatan di Rembang sudah penuh, mereka baru kembali lagi.

"Kita biasanya latihan seminggu tiga kali. Saat airnya penuh, atlet fokus latihan di kelas kayak dan dragon. Tapi sekarang setelah air mengering, ya terpaksa pindah ke Kali Juana Pati, berlatih bersama dengan atlet daerah Pati," jelasnya kepada KBR, hari Selasa (15/09).

Saat ini atlet dayung Rembang tengah bersiap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, di Tegal tahun 2018 mendatang.

Karena menargetkan merah medali, jam terbang atlet harus ditingkatkan.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.