Share This

Owi-Butet: Terima Kasih Indonesia!

"Saya dan Owi kayak belum percaya bisa juara."

BERITA , NASIONAL , OLAHRAGA

Kamis, 18 Agus 2016 10:14 WIB

Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad meluapkan kegembiraannya setelah memenangi laga final melawan Malaysia di Olimpiade Rio, Brazil, Rabu (17/8/2016). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Pasangan pebulutangkis ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad tak bisa menyembunyikan kegembiraan mereka, usai menundukkan ganda campuran Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dalam dua set.

Usai mengekspresikan kelegaan dengan berteriak dan mengepalkan tangan, pasangan yang akrab dipanggil Butet dan Owi itu memeluk pelatih Richard Mainaky di sisi lapangan.

"Saya dan Owi kayak belum percaya bisa juara. Tapi kami sangat bersyukur," kata Butet, panggilan Liliyana Natsir, seperti disampaikan lewat akun Twitter Humas PBSI @INABadminton.

"Kami berterima kasih kepada keluarga, pelatih dan seluruh masyarakat Indonesia yang mendoakan. Akhirnya kami bisa mempersembahkan emas untuk Indonesia," kata Butet yang mengaku akan istirahat dulu setelah Olimpiade.

Tontowi Ahmad juga tidak habis-habisnya bersyukur berhasil meraih medali emas Olimpiade.

"Ini kado terindah dari Tuhan. Kado ini saya persembahkan untuk Indonesia bertepatan dengan hari kemerdekaan. Kami bersyukur pada Tuhan, terima kasih untuk istri, anak, keluarga, keluarga, pelatih dan semua yang mendukung selama ini," kata Owi.

Pelatih kepala ganda campuran Indonesia, Richard Mainaky menilai anak asuhnya bermain bagus dan konsisten dari angka pertama. Richard menyebut Butet-Owi sudah sangat siap menghadapi final.

"Kalau kita lihat di semifinal, menang atas unggulan pertama (ganda campuran Tiongkok), ini menggambarkan mereka adalah calon kuat juara. Dengan catatan mereka tidak lengah. Di final, pola permainan sudah berjalan. Tapi di babak kedua, Liliyana terburu-buru, meski kemudian bisa meng-counter lagi," kata Richard Mainaky yang harus menunggu 20 tahun sebagai pelatih untuk bisa meraih medali emas Olimpiade.

Baca: Dapat Tambahan Poin Besar di Olimpiade, Peringkat Tontowi-Liliyana Tak Berubah?
 
Sejak Selasa (17/8/2016) hingga Rabu (18/8/2016) pagi, hashtag (tanda pagar) #EmasUntukIndonesia menjadi topik terpopuler di media sosial Twitter. Tagar itu dipakai nettizen untuk mengungkapkan terima kasih atas persembahan #EmasUntukIndonesia oleh Liliyan-Tontowi adari ajang Olimpiade Rio.
 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.