Share This

Dapat Emas, Owi Minta Dijemput Orang Tuanya di Bandara

Owi juga menghubungi ayahnya sebelum pertandingan

BERITA , NUSANTARA , OLAHRAGA

Kamis, 18 Agus 2016 18:25 WIB

Owi-Butet hormat bendera setelah menerima medali emas cabang bulutangkis Olimpiade 2016 (Foto: Antara)



KBR, Banyumas- Pebulutangkis ganda campuran peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, Tantowi Ahmad langsung menelpon keluarganya di Desa Selandaka Kecamatan Sumpyuh Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Tantowi menelpon ayahnya, begitu usai memenangi pertandingan.

Ayah Tantowi alias Owi, sekaligus pelatih masa kecilnya, Muhamad Husni Muazaitun mengaku langsung melakukan sujud syukur begitu Tantowi meraih emas.

Husni menjelaskan, ia bersama keluarga sangat beryukur setelah Owi meraih emas Olimpiade. Gelar ini menambah daftar kejuaraan tingkat dunia yang berhasil dimenangkan anaknya bersama pasangannya, Lyliana Natsir.

Husni juga berjanji ke Tantowi akan menjemput, jika kontingen Indonesia tiba di bandara.

"Owi langsung menelpon, alhamdulilah menang ini, Pak. Nanti Pak, gampang saya telpon lagi, mau kepanggung dulu. Nanti Bapak, Ibu saja yang ke sana jemput di bandara gitu.  Merasa bangga, dan bersyukur kepada Allah. Terimakasih kepada siapa saja, yang telah membantu doa, dan membantu apapun segalanya. Merasa senang dan bangga, dapat mengharumkan orang tua, desa, Banyumas, negara, dan bangsa," katanya, Kamis (18/08/2016).

Kata dia, Owi juga menelpon dirinya hingga lima kali. Owi meminta dukungan kepada orang tua dan seluruh keluarganya menjelang pertandingan final melawan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, Malaysia. Husni menambahkan, warga Desa Selandaka juga menonton pertandingan ini di balai desa untuk turut mendoakan dan memberi semangat kepada Tantowi.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, yang berhasil menaklukkan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dari Malaysia 21-14, 21-12 pada pertandingan final bulutangkis ganda campuran, Kamis (18/8/2016) dinihari. Ini merupakan emas pertama bagi kontingen Indonesia pada helatan Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.