Share This

Laga Persewangi vs Arema Rawan Ricuh, Polisi Terjunkan Brimob

Kepala Kepolisian Banyuwangi Bantoni Purnama mengatakan, selain dua pleton personil Brimob, pihaknya juga menerjunkan 200 personil tambahan dari Polres Banyuwangi.

BERITA , OLAHRAGA

Rabu, 29 Jul 2015 09:50 WIB

Pemain Arema. Foto: Antara

KBR, Banyuwangi- Kepolisian Banyuwangi Jawa Timur akan menerjunkan dua pleton Brigade Mobil (Brimob) Polda Jawa Timur, untuk mengamankan pertandingan  sepak bola antara Persewangi Banyuwangi melawan Arema Cronus, dalam turnamen mini bertajuk Sunrise of Java Cup 2015. Pertandingan yang mempertemukan dua klub rencananya di gelar tanggal 1 Agustus di Stadion Diponegoro, Bayuwangi.

Kepala Kepolisian Banyuwangi Bantoni Purnama mengatakan, selain dua pleton Brimob, pihaknya juga menerjunkan 200 personil tambahan dari Polres Banyuwangi. Polisi khawatir laga berpotensi ricuh, mengingat dukungan dari ribuan suporter fanatik kedua klub akan memadati stadion.

Bastoni mengaku juga sudah melarang para suporter membawa petasan dan benda-benda berbahaya lainnya. Kata dia, personil polisi akan memeriksa satu per satu penonton yang datang.

“Karena supporter Arema kan agak fanatik ya. Brimob Polda nanti kita minta bantuan khusus Arema itu. Brimob Polda kita minta dua pelton kurang lebih sekitar 60 orang selama pertandingan, khsususnya Arema. Arema ada tiga kali kesempatan pertandingan,”kata Bastoni Purnama.

Turnamen mini bertajuk Sunrise of Java Cup 2015 digelar pada Tanggal 29 Juli hingga 3 Agusutus 2015. Turnamen yang digelar di Stadion Diponegoro Banyuwangi tetap diikuti oleh empat klub. Yaitu Banyuwangi Sleksion, Timnas U-23 (Garuda All Star), Arema Cronus, dan Bali United Pusam FC.

Turnamen kecil tersebut digelar agar pemain tetap bergairah. Sebab setelah Menteri Pemuda dan Olahraga membekukan PSSI, praktis seluruh kompetisi berhenti. Para suporter sepak bola pun tidak bisa menikmati penampilan klub kesayangan mereka. 


Editor : Eli Kamilah
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.