Share This

Pengaturan Skor SEA Games Singapura, Manajer Timnas Tidak Akan Periksa Pelatih dan Pemain

Beredar rekaman soal pengaturan skor saat Indonesia bertanding di SEA Games 2015.

BERITA , OLAHRAGA , OLAHRAGA

Rabu, 17 Jun 2015 08:25 WIB

Suporter Indonesia pada Sea Games Singapura. Foto: Antara

KBR - Manajer Timnas U-23 I Gede Widiade membantah adanya pengaturan skor saat Indonesia tampil di SEA Games 2015, Singapura. 

Ia mengaku terjun langsung untuk mengawasi timnas Garuda di Indonesia. Sebelumnya beredar dugaan kasus suap terkait pertandingan antara timnas Malaysia dan Timor Leste di sana. Dia juga menyatakan, pengaturan skor tersebut mustahil dilakukan karena ketatnya penjagaan kepolisian di sana.

"Kalau memang ada silahkan ditindaklanjuti dimana saja khusus di SEA Games kemarin. Karena saya yang nungguin dari awal. Di hotel di Singapura itu ditungguin oleh polisi. Jangankan bandar judi, orang yang tidak pake identitas saja tidak bisa masuk. Ke lapangan saja yang tidak pake kartu tidak bisa masuk," ujarnya saat berbincang di Program KBR Pagi (17/6/2015).

I Gede Widiade memastikan tidak akan memeriksa pemain dan pelatih, meski di dalam rekaman tersebut menyebutkan adanya suap terhadap orang-orang di timnas Indonesia. 

Sebelumnya, beredar rekaman yang diduga warga Malaysia membicarakan tentang pengaturan skor saat Indonesia bertanding di SEA Games 2015. 

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.