Share This

Djohar Arifin Janji Selesaikan Persoalan Sepak Bola

Djohar janji akan urai persoalan sepakbola tanah air dengan jalankan kompetisi yang tengah ia bahas bersama dengan Kemenpora dan Tim Transisi.

BERITA , OLAHRAGA

Selasa, 23 Jun 2015 21:12 WIB

Bekas ketua PSSI, Djohar Arifin: Foto: Antara

Bekas ketua PSSI, Djohar Arifin: Foto: Antara

KBR, Jakarta- Anggota Dewan Kehormatan PSSI, Djohar Arifin berjanji bakal menyelesaikan masalah persepakbolaan tanah air, satu-persatu. Djohar mengatakan, langkah pertama yang akan dilakukannya adalah menjalankan kompetisi. Hal itu, katanya tengah dibahas bersama Kemenpora dan Tim Transisi.

"Ini kalau kompetisinya jalan, turnamen-turnamen bisa dilaksanakan oleh instansi institusi, itu dulu. Kalau kompetisi belum bisa jalan, turnamen. (Tapi, klub kan rata-rata enggak mau?) Terserah, terserah. Iya memang. Tapi, klub kan perlu ada kegiatan. Jadi, yang penting pemain, anak-anak bisa bekerja," ujar Djohar, Selasa (23/6/2015)

Sore tadi, Menpora Imam Nahrawi menggelar pertemuan dengan bekas Ketua PSSI Djohar Arifin dan Tim Transisi. Hal yang dibahas antara lain soal sanksi FIFA dan kelanjutan kompetisi di tanah air.

Menpora memutuskan mengundang bekas Ketua PSSI Djohar Arifin dalam pertemuan tersebut, lantaran tidak mengakui PSSI di bawah kepemimpinan La Nyalla Mattaliti. Ini sesuai dengan permintaan Komisi Olahraga DPR yang meminta Menpora bertemu dengan PSSI guna membahas sanksi FIFA dan kelanjutan kompetisi.

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.