Share This

Diisukan Diganti, Menpora: Saya Pasrah

Menpora Imam Nahrawi pasrah kalau akan di ganti oleh Presiden Joko Widodo.

BERITA , OLAHRAGA , NASIONAL

Rabu, 24 Jun 2015 17:51 WIB

Menpora Imam Nachrawi. Foto: Antara

Menpora Imam Nachrawi. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Menteri Pemuda dan Olah Raga, Imam Nahrawi mengaku pasrah apabila dirinya menjadi salah satu menteri yang akan diganti Presiden Joko Widodo. Meski demikian dia optimistis soal kinerjanya yang dianggapnya baik. Kata dia, sebagai pembantu presiden, dirinya dan menteri yang lain pasti bekerja secara maksimal dan memasrahkan soal penilaian yang diberikan oleh atasannya.

“Yang penting kita bekerja, bekerja, bekerja dan saya lihat performa kabinet dari PKB oke semua. (Tidak ada kekhawatiran pak?) Seperti halnya Anda bekerja, pasti Anda akan memberikan yang terbaik kepada perusahaan. Masalah bagaimana atasan Anda menilai, pasti Anda pasrah. Ini bulan Ramadhan jadi kita harus berbaik sangka. Tidak baik berburuk sangka,” ujarnya kepada wartawan di Kantor Komisi III, DPR RI.

Sebelumnya Menteri Pemuda dan Olah Raga, Imam Nahrawi dianggap buruk kinerjanya atas gonjang-ganjingnya PSSI dan sejumlah cabang olahraga nasional. Imam juga dinilai membiarkan konflik terus berjalan disejumlah cabang olahraga nasional. Seperti misalnya cabang olahraga sepak bola saat Menteri Imam membekukan PSSI yang berujung pada sanksi FIFA.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.