Share This

Pejabat FIFA Ditangkap, JK Sindir Pembekuan PSSI oleh Menpora

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai penangkapan terhadap pejabat Federasi Sepakbola Internasional FIFA patut menjadi contoh di Indonesia.

BERITA , NASIONAL , OLAHRAGA

Kamis, 28 Mei 2015 14:51 WIB

Ilustrasi FIFA/ Foto: Antara

Ilustrasi FIFA/ Foto: Antara

KBR, Jakarta- Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai penangkapan terhadap pejabat Federasi Sepakbola Internasional FIFA patut menjadi contoh di Indonesia. Menurut dia, jika terjadi korupsi bukan organisasi olahraga yang dibekukan, melainkan pejabat yang melakukan korupsi harus ditangkap. Dia juga menilai sikap keras yang menangkap pejabat FIFA merupakan langkah keras untuk mengatur olahraga tersebut sportif.

"Kalau FIFA yang diambil tindakan orang yang berbuat, memang kalau di Indonesia diambil tindakannya PSSI-nya. Mestinya kalau yang salah orangnya, diambil tindakannya orangnya bukan organisasinya, malah jadi masalah. Kalau FIFA yang diambil orangnya sehingga sepakbola tetap berjalan," ujar JK di Istana Wakil Presiden.

Sebelumnya, sejumlah pejabat FIFA ditangkap lantaran diduga korupsi. Mereka kemudian ditangkap oleh kepolisian Swiss. Pejabat-pejabat FIFA tersebut kemudian diekstradisi ke Amerika Serikat. Departemen Kehakiman Amerika Serikat juga merilis 14 pejabat FIFA diduga terlibat korupsi dan penyuapan.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.