Share This

Menpora: Liga Super Indonesia Harus Tetap Jalan

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrawi optimistis kompetisi yang akan digelarnya bakal diminati banyak klub yang pernah mengikuti Liga Super Indonesia.

, BERITA , OLAHRAGA

Rabu, 06 Mei 2015 18:26 WIB

Menpora, Imam Nachrowi. Foto: Antara

Menpora, Imam Nachrowi. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrawi optimistis kompetisi yang akan digelarnya bakal diminati banyak klub yang pernah mengikuti Liga Super Indonesia. Dia mengatakan kompetisi sangat dibutuhkan oleh klub dan penggemar sepakbola tanah air. Menurut dia, Liga Super Indonesia harus tetap berjalan. Dia juga menyanyangkan PSSI memutuskan untuk menghentikan kompetisi tersebut.

"Semoga tidak ada yang menolak kompetisi. Pasti mereka butuh kok namanya kompetisi pasti semua butuh. Tidak hanya klub, tapi penonton, sponsor dan juga masyarakat Indonesia. Yang lebih butuh itu pemain dan dia harus berlatih," ujar Imam Nachrawi di Istana Negara.

Sebelumnya, PSSI menghentikan Liga Super Indonesia atau QNB league. Menanggapi hal tersebut, Kemenpora hari ini bakal mengumumkan tim transisi untuk tetap bisa menjalankan kompetisi Liga Super Indonesia. Rencananya, tim Transisi ini akan terdiri dari 13 hingga 17 orang dan mengemban tugas menjalankan roda organisasi PSSI, termasuk pengelolaan kompetisi.

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.