Share This

Lagi, Dua KONI di Kaltim Terindikasi Korupsi

Ada dua KONI daerah yang kini tengah diselidiki, menyusul adanya indikasi dugaan korupsi dalam anggaran perjalanan dinas dan penggelembungan anggaran.

BERITA , NUSANTARA , OLAHRAGA

Jumat, 29 Mei 2015 12:24 WIB

KONI. ANTARA FOTO

KBR, Jakarta - Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Kaltim) tengah mendalami dugaan korupsi di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang ada wilayah itu. Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi Polda Kaltim, Achmad Sulaiman mengatakan, ada dua KONI daerah yang kini tengah diselidiki, menyusul adanya indikasi dugaan korupsi dalam anggaran perjalanan dinas dan penggelembungan anggaran.

"Kita lagi kembangkan itu, karena belajar dari KONI Bontang ini, kita lagi cek ditempat lain. Ada dua KONI di daerah lain. Kalau ditempat lain itu ada indikasi khususnya perjalanan dinas. Ada yang fiktif, ada yang tidak sesuai dengan pengeluarannya tidak sebanyak seharusnya, (pengelembungan) iya,” kata Achmad Sulaiman, Jumat (29/5).

Sulaiman mengatakan, belum bisa membeberkan nama dua KONI Daerah yang terindikasi melakukan tindakan korupsi, karena masih tahap penyelidikan. Untuk KONI Balikpapan, Sulaiman mengungkapkan, belum ada indikasi korupsi, dari pemeriksaan sementara yang dilakukan pihaknya.

Sebelumnya Kepolisian Kalimantan Timur menetapkan ketua dan sekretaris KONI Bontang sebagai tersangka korupsi kasus perjalanan dinas fiktif. Kasus tersebut saat ini masih terus didalami, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. Kerugian sementara akibat korupsi ini ditaksir Rp5,6 miliar. Namun, untuk memastikan besaran kerugian negara, kepolisian setempat meminta BPKP menghitung total kerugian negara.



Editor: Quinawaty Pasaribu 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.