Share This

Tinton Suprapto: Kalau Duitnya Lancar, Mobilnya Mulus

Tinton mengatakan, Pemerintah dan masyarakat sebaiknya tak berharap banyak pada kemenangan Rio Haryanto.

OLAHRAGA , BERITA

Rabu, 02 Mar 2016 11:09 WIB

KBR, Jakarta - Bekas pebalap nasional, Tinton Suprapto menyebut gangguan teknis yang dialami pebalap Formula 1, Rio Haryanto pada sesi latihan, merupakan buntut dari tersendatnya kucuran dana dari pemerintah. "Uangnya juga tersendar-sendat, pasti dia diberikan barang yang kurang sempurna. Kalau uangnya mulus, ya diberikan barang yang mulus," ucap pemilik Sentul tersebut kepada KBR, Rabu (3/3/2016).

Tinton juga mengkritik Tim Manor Racing yang ia nilai belum sempurna. Hal itu menurutnya terlihat dari rekam jejak Manor selama ini. "Kalau saya bilang tim yang butuh uang, berarti tim yang tidak sempurna," tambah ayah pebalap Ananda Mikola tersebut. Karenanya, ia menyarankan Kemenpora agar lebih optimal mendukung dana untuk Rio. Ini kata dia, agar Manor juga serius menaungi Rio dalam sesi balapan nanti.

Tinton pun mengatakan, agar Pemerintah dan masyarakat tidak berharap banyak pada kemenangan Rio Haryanto. "Mau harapkan apa? Ya pasti akan enggak bagus. Selama tim itu butuh uang, pasti timnya tidak bagus."

Kemarin, dalam sesi latihan mobil yang dikendarai Rio Haryanto mengalami gangguan kebocoran oli. Rio bahkan sampai gagal mencetak waktu tercepat pada sesi latihan pagi karena mobilnya harus diperbaiki di pit stop Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol.

Sementara itu, terkait penggalangan dana dari Kemenpora untuk Rio Haryanto, masih kekurangan 15 juta Euro atau Rp226 miliar. Sedangkan Pertamina sudah menyediakan 5 juta Euro.

(Nurika Manan)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.