Share This

Rio Haryanto Targetkan Papan Tengah di F1 Musim Pertama

Rio yakin, ia dan Tim Manor Racing mampu memenuhi target tersebut.

, BERITA , OLAHRAGA

Minggu, 06 Mar 2016 18:09 WIB

Pebalap Indonesia, Rio Haryanto. Antara Foto

KBR - Pebalap Manor Racing asal Indonesia, Rio Haryanto mengaku targetnya pada musim pertama di Formula 1 (F1) adalah mencapai papan tengah. Rio yakin, ia dan Tim Manor Racing mampu memenuhi target tersebut.

Rio akan menjalani debutnya di F1 dua pekan lagi di sirkuit Albert Park, Australia. Dalam debut pertamanya, Rio akan dipasangkan dengan salah satu pendatang baru asal Jerman Pascal Wehrlein.

Sebelumnya, mobil yang dikendarai Rio Haryanto mengalami gangguan kebocoran oli dalam sesi latihan di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol. Rio bahkan sampai gagal mencetak waktu tercepat pada sesi latihan pagi karena mobilnya harus diperbaiki di pit stop sirkuit.

Sementara itu, terkait penggalangan dana dari Kemenpora untuk Rio Haryanto, masih kekurangan 15 juta Euro atau Rp226 miliar. Sedangkan Pertamina sudah menyediakan 5 juta Euro. Belakangan, Kemenpora meminta agar gaji setiap pegawai negeri di Indonesia dipotong untuk membantu pembalap Rio Haryanto berkiprah di ajang Formula 1.

Menanggapi hal itu, bekas pebalap nasional, Tinton Suprapto menyebut gangguan teknis yang dialami pebalap Formula 1, Rio Haryanto pada sesi latihan, merupakan buntut dari tersendatnya kucuran dana dari pemerintah. Tinton pun mengkritik Tim Manor Racing yang ia nilai belum sempurna. Hal itu menurutnya terlihat dari rekam jejak Manor selama ini.

Karenanya, ia menyarankan Kemenpora agar lebih optimal mendukung dana untuk Rio. Ini kata dia, agar Manor juga serius menaungi Rio dalam sesi balapan nanti. Tinton pun mengatakan, agar Pemerintah dan masyarakat tidak berharap banyak pada kemenangan Rio Haryanto. (f1.com dan berbagai sumber)

Editor : Sasmito Madrim 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.