Share This

Pemilik Klub Palermo: Presiden Baru FIFA Beli Suara!

"Jika dia (Infantino) terpilih, itu hanya karena dia bisa membeli lebih banyak suara dibandingkan Sheikh Salman," kata Maurizio Zamparini, saat berbincang dengan Radio Bruno, Italia.

BERITA , OLAHRAGA

Selasa, 01 Mar 2016 07:17 WIB

Gianni Infantino, Presiden baru FIFA (kiri). (Foto: Wikimedia/Creative Commons)

KBR - Terpilihnya Gianni Infantino sebagai presiden baru organisasi sepakbola dunia FIFA digoyang tuduhan skandal.

Infantino, bekas Sekjen Asosiasi Sepakbola Uni Eropa (UEFA) itu mengakhiri rezim Joseph Blatter di FIFA yang sudah berusia 18 tahun. Pemilik kewarganegaraan Swiss dan Italia itu menjanjikan perubahan dan perbaikan citra FIFA yang tercoreng suap dan korupsi.

Dalam pemilihan Jumat lalu, di putaran kedua Infantino memperoleh 115 suara, mengungguli Presiden Konfederasi Sepakbola Asia AFC Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa yang hanya meraup 88 suara.

Pemilik sekaligus Presiden klub Palermo di Italia, Maurizio Zamparini melemparkan tuduhan bahwa Infantino terpilih karena membeli suara dalam pemilihan presiden FIFA akhir pekan lalu.

Menurut Zamparini, bekas Sekjen UEFA itu terpilih sebagai presiden baru FIFA karena bisa membeli suara lebih banyak dibanding para pesaingnya.

"Sistemnya belum berubah, dan presiden baru FIFA---pimpinan para birokrat itu---juga bagian dari birokrasi sebelumnya," kata Zamparini.

"Jika dia (Infantino) terpilih, itu hanya karena dia bisa membeli lebih banyak suara dibandingkan Sheikh Salman," katanya saat berbincang dengan Radio Bruno, Italia.

Zamparini mengatakan sebagai petinggi UEFA sebelumnya, Infantino termasuk bagian dari rezim lama yang banyak diwarnai skandal penyimpangan termasuk yang menjerat bekas Presiden UEFA Michel Platini.

Zamparini memang dikenal sebagai sosok yang suka blak-blakan bicara bola, sejak ia mengambil alih Palermo yang berbasis di Sisilia itu sejak 2002. Ia juga tak segan memecat pelatih yang tidak sesuai harapannya membawa kesuksesan klub.

Zamparini tidak takut pernyataannya mengundang kontroversi, termasuk jika ia mendapat sanksi dari FIFA atas pernyataannya itu.

"Saya harap mereka memberi saya sanksi karena mengatakan hal ini. Itu akan menjadi kehormatan bagi saya," kata Zamparini. (AFP/Footbal Italia) 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.