Share This

Membalap di Formula 1, Pertamina Tak Beri Target buat Rio Haryanto

Tak mau membebani Rio dalam balapan pertama di ajang paling bergengsi di dunia.

, BERITA , OLAHRAGA , NASIONAL

Selasa, 15 Mar 2016 09:35 WIB

KBR, Jakarta – PT. Pertamina menyatakan tidak memberi target khusus kepada pembalap Formula 1 asal Indonesia Rio Haryanto yang akan membalap di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia pada Minggu, 20 Maret mendatang. 


Juru Bicara PT Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, perusahaannya sebagai sponsor tidak tidak ingin membebani Rio, karena ini adalah balapan pertamanya di ajang paling bergengsi dunia.


“Enggak, belum. Waktu GP2, saya melakukan itu, karena saya melihat memang kemampuan Rio itu meningkat cukup tajam di seri kedua GP2. Naik podiumnya langsung melejit. Jadi saya waktu itu confident. Kalau ini, saya lebih melakukannya secara alami. Ya kita harapkan the best-lah buat dia. Sampai Dirut saya bilang, kita jangan sampai membebani Rio dengan berbagai macam target-target. Tapi kita harus menunjukkan kalau dukungan kita maksimal terhadap Rio. Kita melakukan apa pun,” kata Wianda di kantornya, Senin (14/03/16).


Wianda mengatakan, ajang Formula 1 tidak bisa disamakan dengan GP2. Pasalnya, Formula 1 adalah arena para pembalap terbaik dunia, dan Rio baru pertama kali membalap di ajang itu. Sehingga, kata dia, Pertamina lebih berharap Rio mampu menyelesaikan balapannya dengan baik.


Sebagai sponsor, PT. Pertamina mendanai pengembangan mobil Rio sebesar EU 5 juta atau seperenam dari keseluruhan dana. Nantinya, logo Pertamina berupa Pertamax dan Fastron akan terpasang pada mobil bagian depan dan sayap belakang. Logo itu juga bisa ditemui di helm Rio dan seluruh kemeja tim Manor Racing yang membantu Rio. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.