Polda Papua Tarik Personel Bantuan dari Intan Jaya

Tapi intinya masyarakat ndak usa takutlah. Ndak ada apa-apa itu yang kita carikan bukan masyarakat biasa. Mereka adalah oknum-oknum masyarakat yang berkelompok tertentu itu

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 31 Des 2019 12:59 WIB

Author

Arjuna Pademme

Polda Papua Tarik Personel Bantuan dari Intan Jaya

Ilustrasi penjagaan aparat keamanan di Papua. (Foto: Antara)

KBR, Jayapura - Kepolisian Daerah Papua menyebut anggota Kepolisian yang diperbantukan di Kabupaten Intan Jaya, telah ditarik beberapa waktu lalu.

Kapolda Papua, Paulus Waterpauw mengatakan, personel kepolisian itu diperbantukan untuk membantu TNI mengejar kelompok separatis yang melakukan penembakan dan menewaskan dua anggota TNI, beberapa waktu lalu.

"Sebenarnya kan anggota kita yang di Sugapa (Intan Jaya) sudah ditarik ya. Tapi saya mau cek lagi. Tapi intinya masyarakat ndak usa takutlah. Ndak ada apa-apa itu yang kita carikan bukan masyarakat biasa. Mereka adalah oknum-oknum masyarakat yang berkelompok tertentu itu," kata Paulus Waterpauw, Selasa (31/12/2019).

Paulus Waterpauw meminta warga Intan Jaya untuk kembali melakukan aktivitas seperti biasa.

Menurutnya, aparat keamanan bertugas di wilayah untuk melindungi dan memberikan rasa aman kepada warga di Intan Jaya.

Selain itu, Paulus juga mengimbau guru-guru yang sempat mengungsi ke wilayah lain di Papua, pascaserangkaian penembakan oleh kelompok bersenjata di kabupaten tersebut, untuk kembali ke Intan Jaya melaksanakan tugasnya.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Intan Jaya untuk tidak meninggalkan warganya.

"Kasi tau sama bupati dan perangkatnya itu jangan lari-lari. Urus masyarakat dengan baik. Jangan nanti ada problem (masalah, red) baru lempar pemasalahan ke aparat keamanan. Mereka yang punya rakyat. Mereka yang harus duduk dan tinggal bersama rakyat di situ," pungkas Paulus Waterpaw.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Saat Seniman Bersiasat

Soal Menyulap Hotel jadi Tempat Karantina Pasien Covid-19

Puluhan Objek Wisata di Aceh Utara Terbengkalai

Kabar Baru Jam 8