Pesan di Balik Pohon Natal Hidroponik

Ikut mendukung program Walikota Surabaya untuk membiasakan diri menanam.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 26 Des 2019 07:57 WIB

Author

Budi Prasetiyo

Warga membuat pohon Natal dari susunan sayuran hidroponik di Gereja Katolik Kristus Raja, Surabaya,

Warga membuat pohon Natal dari susunan sayuran hidroponik di Gereja Katolik Kristus Raja, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (24/12/2019). Pohon Natal setinggi lima m

KBR, Surabaya - Gereja Kristus Raja Ambengan, Surabaya, membuat pohon Natal dari sayuran hidroponik. Pohon setinggi lima meter itu dibuat untuk merayakan Natal tahun ini dengan pesan khusus kelestarian lingkungan.

Pastor Kepala Paroki Geraja Kristus Raja Surabaya, Romo Agustinus Dodik Ristanto, berharap masyarakat kembali ke alam dan melestarikan lingkungan dengan membiasakan menanam. 

"Harapan umat untuk membiasakan diri untuk menanam. Paling tidak sayur-sayuran karena bisa dikonsumsi, juga menjadi sarana untuk kembali ke alam. Yang pasti kebiasaan menanam berarti kebiasaan menanam kehidupan," katanya usai misa natal pada Rabu (25/12/2019).

Dia menjelaskan, gerejanya sengaja menciptakan pohon Natal hidroponik untuk mengajak masyarakat di Surabaya memanfaatkan lahan, guna menanam sayuran. Dengan melakukan penghijauan, maka kualitas udara di Surabaya bisa terjaga dan semakin baik.

"Dengan pohon Natal hidroponik ini umat menjadi tertarik mau menanam di tempatnya masing-masing. Seminim lahan bisa ditanami. Program ini sejalan dengan kebijakan Walikota. Jadi kita mendukung Ibu Risma untuk membiasakan diri untuk menanam. Semakin banyak tanaman, semakin banyak oksigen," tambahnya.

Selain mengajak masyarakat mencintai lingkungan, Romo Agustinus Dodik Ristanto berharap, Natal menjadi momentum untuk menjaga perdamaian dan persaudaraan antar umat beragama di Indonesia.

"Untuk Natal kali ini temanya "Hiduplah sebagai sahabat bagi kehidupan semua orang". Artinya perayaan Natal memberi kelahiran baru setiap insan untuk menjadi sahabat orang lain agar tercipta persaudaraan perdamaian khususnya di Indonesia," katanya.

Editor: Citra Dyah Prastuti  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Puluhan Objek Wisata di Aceh Utara Terbengkalai

Kabar Baru Jam 8

Polemik Konser Musik Pilkada

Kabar Baru Jam 7

Myanmar Didesak Tunda Pemilu