DPRD Jatim Minta Polri Kejar Perusak Tempat Sembahyang Hindu di Bromo

Kepolisian masih menyelidiki dugaan perusaan tiga padmasana umat Hindu di lereng Gunung Bromo. Padmasana adalah tempat umat Hindu melakukan persembahyangan atau menaruh sesajen.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 12 Des 2019 12:06 WIB

Author

Budi Prasetiyo

DPRD Jatim Minta Polri Kejar Perusak Tempat Sembahyang Hindu di Bromo

Ilustrasi. Masyarakat Suku Tengger berdoa di pura di kawasan Gunung Bromo Probolinggo Jawa Timur, Jumat (15/3/2019). (Foto: ANTARA/Umarul Faruq)

KBR, Surabaya - Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi meminta aparat kepolisian mengusut tuntas pelaku perusakan tiga Padmasana atau tempat persembahyangan umat Hindu di lereng gunung Bromo.

Peristiwa perusakan itu terjadi beberapa hari lalu. Tempat ibadah yang berbentuk seperti pura berukuran kecil itu menjadi sasaran vandal (perusakan) di beberapa bagiannya. Kini lokasinya diberi garis batas polisi.

Kusnadi berharap masyarakat tidak terprovokasi dan menyerahkan penyelesaian kasus itu ke kepolisian.

"Saya ikut prihatin dengan perusakan itu, kalau dilakukan manusia. Saya mohon pemeluk agama Hindu bersabar dan menyerahkan kepada kepolisan dan ini harus segera diusut tuntas," kata Kusnadi, di Surabaya, Rabu (11/12/2019).

Kusnadi khawatir perusakan itu sebagai upaya untuk adu domba dari pihak tertentu dan ingin memecah kerukunan antar umat beragama.

Menurut dia, tindakan itu tidak mencerminkan nilai-nilai masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi perbedaan dan keberagaman.

"Jangan sampai kita emosi dan menyebakan satu dengan yang lain memiliki keyakinan berbeda ini diadu domba," kata Kusnadi.

Sampai saat ini aparat kepolisian masih menyelidiki dugaan perusaan tiga padmasana umat Hindu di lereng Gunung Bromo. Padmasana adalah tempat umat Hindu melakukan persembahyangan atau menaruh sesajen.

Tiga padmasana di lereng Gunung Bromo itu biasanya digunakan oleh umat Hindu suku Tengger untuk melakukan persembahyangan.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabat Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Bagaimana Toleransi saat Minim Interaksi?