KAI Purwokerto Perkirakan Jumlah Penumpang Naik 15 Ribu Orang

Kenaikan jumlah penumpang diperkirakan mulai terjadi pada 22 Desember 2017.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 15 Des 2017 15:19 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

KAI Purwokerto Perkirakan Jumlah Penumpang Naik 15 Ribu Orang

Ilustrasi (Foto: KBR/Frans Mokalu)

KBR, Jakarta- Jumlah penumpang di sejumlah Stasiun PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (daop) 5 Purwokerto diperkirakan naik sebesar tujuh persen atau berkisar 15 ribu penumpang pada libur Natal dan Tahun Baru. Juru Bicara KAI Daop 5, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, perkiraan peningkatan itu bisa mencapai 214 ribu penumpang lebih.

Oleh karenanya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (daop) 5 Purwokerto menyiagakan dua kereta tambahan yang siap diperasikan.

"(Perkiraan peningkatan) Mulai tanggal 22 Desember 2017 sampai dengan tanggal 7 Januari 2018. Itu naik kisaran tujuh persen dibanding tahun sebelumnya. Untuk mengantisipasinya, untuk yang dari Daop 5 Purwokerto ada dua kereta, yakni KA Purwojaya tambahan relasi Cilacap-Gambir dan sebaliknya, dan KA Kutojaya Utara tambahan relasi Kutoarjo-Pasarsenen dan sebaliknya," jelas Ixfan Hendriwintoko, Jumat (15/12/2017).

Dia memastikan perjalanan kereta api akan aman meski liburan Natal dan Tahun Baru ini berada pada musim hujan. Pasalnya kata dia, pihaknya sudah memeriksa seluruh lintasan sampai dengan batas wilayah Daop 5.

PT KAI juga mengecek kesiapan petugas, alat pengaman, kondisi jalur, perbaikan atau penggantian peralatan, hingga penutupan paksa sebanyak 44 perlintasan ilegal.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror