Bom Bunuh Diri Mapolrestabes Medan, Polri Selidiki Jaringan

"Nanti database itu akan terkoneksi dengan database yang ada di dukcapil, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama ini bisa diketahui,"

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Rabu, 13 Nov 2019 12:32 WIB

Author

Lea Citra

Bom Bunuh Diri Mapolrestabes Medan, Polri Selidiki Jaringan

Detik-detik bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11/2019). (CCTV)

KBR, Jakarta-   Polri menyelidiki jaringan terorisme pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara. Kata  juru bicara Polri, Dedi Prasetyo mengungkapkan, dugaan awal kasus ini adalah bom bunuh diri.

Dedi mengatakan, ada 4 anggota kepolisian, 1 pekerja harian lepas, dan 1 warga mengalami luka-luka ringan. Dedi mengatakan, inafis, labfor dan Densus 88 masih melakukan olah TKP.

"Partikel-partikel yang ditemukan di TKP akan diuji secara laboratorium forensik, ya untuk mengetahui jenis bomnya apakah high atau low explosive. demikian juga senyawa-senyawa yang digunakan oleh pelaku untuk merakit bomnya. Kemudian untuk Densus 88 setelah mengetahui identitas pelaku akan mengembangkan. Apakah pelaku ini merupakan jaringan JAD atau lone wolf," kata Dedi di Mabes Polri, Rabu (13/11/2019).

Jubir Polri, Dedi Prasetyo mengatakan, Polri akan berkoordinasi dengan instansi  terkait untuk mengungkap pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan.

"Nanti dengan teknologi yang dimiliki inafis, apabila pelaku ini sidik jarinya berhasil diambil dengan baik, dan pelaku ini juga nanti memiliki e-KTP ya. Nanti database itu akan terkoneksi dengan database yang ada di dukcapil, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama ini bisa diketahui," katanya.


Kesaksian Warga

Ledakan dugaan bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan, Rabu pagi (13/11/2019) sempat membuat panik warga. Lila Maya Sari, warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung ini mengatakan pada saat ledakan ia sedang menunggu antrean mengambil surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) di Polrestabes Medan.

"Ya panik seperti terangkat begitu tanahnya. Saya sedang dekat mobil polisi yang besar di parkiran lokasi ledakan. Saya lagi menunggu mengambil surat keterangan catatan kepolisian (SKCK)," kata Lila kepada KBR, Rabu (13/11).

Saat ledakan terjadi Lila melihat gumpalan asap, dan suara bom terdengar keras.

"Saya ke sini pukul 08.00 WIB, pas saat kejadian ada terdengar suara bom dan asap langsung panik," katanya.

"Saya pun panik langsung lari keluar. Saya bilang sama ibu-ibu yang yang lain keluar-keluar. Polisi juga menginstruksikan begitu," tambah Lila.

Seseorang diduga pelaku bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan, Sumatera Utara, hingga pukul 10.10 WIB belum dievakuasi petugas. Ledakan diduga aksi bom bunuh diri terjadi Rabu pagi sekitar pukul 08.45 WIB.

Petugas masih menyisir seputar Mako Polrestabes Medan untuk pengembangan penyelidikan. Polisi juga memasang garis polisi  di lokasi.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme