Beda dengan MUI Jatim, Para Pejabat Ini Yakin Salam Lintas Agama itu Baik

"Semua agama yang disahkan di Indonesia ini semuanya baik, tidak ada yang namanya ajaran agama yang kita sahkan ini melanggar suatu norma- norma.”

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Senin, 11 Nov 2019 15:41 WIB

Author

Hermawan Arifianto, Adi Ahdiat

Beda dengan MUI Jatim, Para Pejabat Ini Yakin Salam Lintas Agama itu Baik

Ilustrasi: Simbol agama-agama dunia. (Gambar: Flickr/Sean)

KBR, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengimbau masyarakat, khususnya kalangan pejabat, supaya tidak menggunakan salam semua agama saat membuka atau menutup pidato.

Menurut MUI Jatim, penggunaan salam semua agama tergolong sebagai bid'ah atau perbuatan yang tidak pernah dicontohkan dalam Islam. MUI Jatim juga menilai kebiasaan tersebut bisa merusak kemurnian agama seseorang.

Namun, perwakilan dari Pemkab Banyuwangi berpendapat lain. Menurut Sekda Banyuwangi Mujiono, penggunaan salam semacam itu justru baik karena bisa menjaga kerukunan antarumat beragama.

Mujiono juga yakin ucapan salam setiap agama itu mengajarkan kebaikan, sehingga tidak ada alasan untuk tidak memakainya.

"Semua agama yang disahkan di Indonesia ini semuanya baik, tidak ada yang namanya ajaran agama yang kita sahkan ini melanggar suatu norma- norma,” kata Mujiono di Banyuwangi, Senin (11/11/2019).


Gubernur Jateng: Semua Salam Itu Sama

Pandangan serupa disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

"Sebenarnya semua salam itu sama, tidak perlu dipertentangkan," katanya di Semarang, seperti dilansir Antara, Senin (11/11/2019).

Ganjar mengungkapkan dirinya juga biasa menggunakan salam semua agama di acara-acara resmi karena memang audiensnya tidak berasal dari satu agama saja.

Ganjar juga menilai ada banyak masalah bangsa yang lebih penting ketimbang mempersoalkan salam agama. 

"Ada yang lebih substantif untuk kita pikirkan, lebih substantif persoalan-persoalan bangsa ini," katanya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme