Banjir di Solok Selatan, Ribuan Rumah Terendam

"Akibat hujan dengan intensitas tinggi yang berangsur lama dan terus menerus, tidak adanya resapan air akibat hutan gundul, serta sungai yang tidak dapat menampung jumlah debit air."

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 28 Nov 2019 14:15 WIB

Author

Adi Ahdiat

Banjir di Solok Selatan, Ribuan Rumah Terendam

Posko pengungsian korban banjir di Desa Pakan Rabaa Timur, Solok Selatan, Sumatera Barat, Selasa (27/11/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Sejumlah kecamatan di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, dilanda bencana banjir yang diikuti longsor pada Rabu malam (20/11/2019).

Menurut laporan terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana ini telah merendam 1.952 unit rumah dan 29 hektare sawah. Jumlah warga yang terdampak ada 6.197 jiwa, 540 jiwa di antaranya masih mengungsi.

Selain karena curah hujan yang tinggi, BNPB menyebut banjir ini juga terjadi karena lingkungan yang rusak.

"Akibat hujan dengan intensitas tinggi yang berangsur lama dan terus menerus, tidak adanya resapan air akibat hutan gundul, serta sungai yang tidak dapat menampung jumlah debit air," jelas Humas BNPB Agus Wibowo dalam rilisnya, Kamis (28/11/2019).

Di samping merendam rumah dan sawah, banjir di Solok Selatan juga merusak sejumlah fasilitas publik, yakni:

  • 2 unit bangunan kantor
  • 7 unit sekolah
  • 5 unit masjid
  • 5 unit jembatan (terputusnya akses 6.000 jiwa)
  • 2 unit irigasi
  • 1 unit puskesmas pembantu
  • 1 unit PLTMH (pembangkit listrik tenaga mikrohidro)
  • 1 unit PAMSIMAS (penyediaan air minum dan sanitasi masyarakat)
  • 60 meter jalan


Masih Ada Dua Lokasi Terisolir

Saat ini Pemerintah Kabupaten Solok Selatan telah memberlakukan status 'Tanggap Darurat' sampai 5 Desember 2019.

BPBD Solok Selatan sudah berkoordinasi dengan TNI, Polri, Dinas Sosial, PLN, Basarnas, PDAM, tim relawan, dan instansi terkait lain untuk penanganan pengungsi serta pembersihan material banjir dan longsor.

"Masih ada dua lokasi yaitu Jorong Sapan Salak dan Jorong Manggis yang masih terisolir. Jumlah pengungsi di 2 jorong tersebut sebanyak 540 jiwa (180 KK) dengan rincian: Sapan salak 135 jiwa, Air batuang 105 jiwa, Sapan batu 60 jiwa, Pasir panjang 90 jiwa, Ladang kongsi 150 jiwa," papar Humas BNPB Agus Wibowo, Kamis (28/11/2019).

"Pemprov sudah mengeluarkan bantuan dana tanggap darurat sebesar Rp350 juta. BNPB sudah memberikan bantuan Dana Siap Pakai sebesar Rp 250 juta," jelasnya lagi.


Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mahkamah Agung Tuai Protes Usai Mengobral Pengurangan Hukuman Koruptor