Tenggelam, Tujuh Anak Buah Kapal KM Multi Prima I Belum Ditemukan

Operasi SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi tujuh orang ABK dalam keadaan selamat dari total 14 ABK di kapal KM Multi Prima I

BERITA , NUSANTARA

Senin, 26 Nov 2018 10:07 WIB

Author

Zainudin Syafari

Tenggelam, Tujuh Anak Buah Kapal KM Multi Prima I Belum Ditemukan

Ilustrasi Tim Basarnas bersiap mencari korban kapal tenggelam di laut. (Foto: Antara).

KBR, Mataram- Tujuh orang anak buah kapal (ABK) Kapal Motor Multi Prima I, yang tenggelam di sekitar Pulau Kapoposang, Bali, Kamis (22/11/2018) lalu, hingga kini belum ditemukan. Upaya pencarian yang dilakukan pada Minggu kemarin belum membuahkan hasil. Kapal kargo dengan rute Surabaya - Waingapu, Nusa Tenggara Timur, itu tenggelam akibat diterjang gelombang tinggi di sekitar perairan utara Sumbawa. 

Hari ini, Badan Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mataram kembali melanjutkan pencarian tujuh ABK tersebut. Pencarian dimulai sejak 05.30 Wita. Kepala Kantor SAR Mataram I Nyoman Sidakarya mengatakan, tim penyelamat menggunakan kapal RB 220 Mataram untuk proses pencarian. 

“Kami sudah menggerakkan tim baik dari unsur laut maupun unsur udara. Unsur laut itu RB 220 yang kami gerakkan, dari kemarin dari 05.05 dari Pelabuhan Lembar menuju ke lokasi, dan tiba 12.30 langsung melaksanakan pencarian.  Dan hari ini dari 05.30 melanjutkan pencarian yang akan kita laksanakan sampai sore hari,” kata I Nyoman Sidakarya, Senin, (26/11/2018).

 Baca: Kecelakaan Kapal di Malaysia, 10 TKI Tewas

I Nyoman Sidakarya mengatakan, kemarin, salah seorang pemancing asal Lombok Timur, menemukan bantal, sepatu, dan kasur lipat mengapung di perairan utara Sumbawa, tepat di lokasi tenggelamnya KM Multi Prima I. Pihaknya telah menginstruksikan kepada semua kapal yang melewati rute perairan utara Sumbawa agar memberikan bantuan jika menemukan ABK yang masih belum ditemukan.

Sebelumnya, operasi SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi tujuh orang ABK dalam keadaan selamat dari total 14 ABK di kapal KM Multi Prima I. Sementara tujuh ABK lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian.

Baca: Kecelakaan KM Lestari

Editor: Sindu

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.