Tak Ada Titik Temu, Bupati Samosir Serahkan Tiga Bocah Pengidap HIV ke Kemenkes

Sampai sekarang belum ada titik temu. Akhirnya saya coba untuk menghubungi Bu Menteri (Nila Moeloek) dan beliau akan mengambil kebijakan anak yang tiga itu dibawa berobat ke Medan.

BERITA , NUSANTARA

Senin, 05 Nov 2018 15:51 WIB

Author

Anugrah Andriansyah

Tak Ada Titik Temu, Bupati Samosir Serahkan Tiga Bocah Pengidap HIV ke Kemenkes

Ilustrasi. (Foto: Flickr)

KBR, Medan - Hingga saat ini, belum ada titik temu antara Komite AIDS HKBP Nainggolan, dan Pemerintah Kabupaten Samosir, Sumatera Utara terkait penanganan pendidikan tiga anak pengidap HIV di Desa Nainggolan.

Karena itu menurut Bupati Samosir, Rapidin Simbolon, penanganan ketiga anak dengan HIV di Desa Nainggolan ini akan diambil alih Kementerian Kesehatan.

"Sampai sekarang belum ada titik temu. Akhirnya saya coba untuk menghubungi Bu Menteri (Nila Moeloek) dan beliau akan mengambil kebijakan anak yang tiga itu dibawa berobat ke Medan. Nanti akan dicari solusi bagaimana untuk ketiga anak ini. Artinya baik dari sisi pendidikannya dan penanganan kesehatannya," kata Rapidin, ketika dihubungi di Medan, Senin (5/11/2018).

Rapidin mengatakan, Menteri Kesehatan, Nila Moeloek yang akan berkomunikasi langsung dengan Komite AIDS HKBP Nainggolan. Hanya saja, ia belum bisa memastikan kebijakan apa saja yang akan diambil Kementerian Kesehatan untuk ketiga anak pengidap HIV di Nainggolan tersebut. Kata dia, tidak menutup kemungkinan ketiganya dibawa dan mendapat pendidikan di luar Kabupaten Samosir.

"Seperti itu yang dikatakan Bu Menteri, tapi itu pembicaraan melalui telepon. Apakah nanti itu bisa terlaksana atau tidak, kita lihat perkembangannya. Yang jelas, Pemkab Samosir sampai saat ini tetap melindungi anak itu, dan masih menawarkan salah satu pendidikan home-schooling kepada anak-anak tersebut. Sembari menunggu kita sosialisasi bisa meyakinkan warga untuk menerima anak-anak secara bersama dengan mereka yang tidak terkena Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Jadi kita masih terus meyakinkan baik dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan tetap diupayakan," jelas Rapidin.

Sementara Komite AIDS HKBP melalui Kepala Departemen Diakonia HKBP, Debora Purada Sinaga mengaku belum menerima informasi tentang Kementerian Kesehatan yang akan mengambil alih penanganan pengobatan ketiganya.

Namun, Komite AIDS HKBP masih berpikir ulang jika tawaran dari Kementerian Kesehatan untuk mengambil alih penanganan ketiganya hanya terfokus pada penyembuhan anak-anak tersebut.

Komite AIDS HKBP ingin, ketiga anak pengidap HIV itu mendapatkan hak pendidikan di sekolah umum.

"Kalau istilah mengambil alih itu harus kami perbincangkan dengan pengurus, karena ini Komite AIDS HKBP berada di naungan HKBP jadi segala sesuatu yang harus diputuskan itu harus didiskusikan dulu. Karena bagi saya bukan masalah kesehatannya. Kalau masalah kesehatan cukup banyak yang membantu mereka. Tapi yang kita khawatirkan bukan masalah kesehatan. HKBP juga cukup banyak punya dokter dan perawat yang mengerti tentang HIV jadi saya pikir tidak setuju kalau Kemenkes mengambil alih," pungkas Debora Sinaga.


Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17