Rekonstruksi Rumah Pascagempa NTB Kemungkinan Molor dari Target

"Saat ini kegiatan-kegiatan yang sudah terselesaikan ini kurang lebih ada 9 unit rumah yang tersebar di 7 kabupaten kota yang terdampak gempa"

BERITA , NUSANTARA

Jumat, 09 Nov 2018 16:41 WIB

Author

Zainudin Syafari

Rekonstruksi Rumah Pascagempa NTB Kemungkinan Molor dari Target

Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah Kuat Aman Cepat (KUMAC) di Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB. (Foto: Antara/Ahmad Subaidi)

KBR, Mataram -  Selama tiga bulan masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa di Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya, baru 9 unit rumah untuk korban gempa yang siap ditempati.

"Namun untuk diketahui, sampai saat ini kegiatan-kegiatan yang sudah terselesaikan ini kurang lebih ada 9 unit rumah yang tersebar di 7 kabupaten kota yang terdampak gempa," kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi NTB, IGB Sugihartha ditemui di Mataram, Jumat (9/11/2018).

Sementara berdasarkan hasil verifikasi petugas, jumlah rumah yang rusak akibat gempa sebanyak 216.600 unit rumah di tujuh kabupaten kota di NTB. Sugiharta menyatakan, setelah kegiatan verifikasi selesai, para petugas akan kembali memvalidasi data rumah yang rusak. 

"Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi rumah rusak yang belum masuk pendataan," katanya.

Ia menyebutkan, sebanyak 37.522  kepala keluarga yang sudah mendapatkan rekening tabungan untuk pencairan dana stimulan perbaikan rumah mereka.

Selain itu, masing-masing desa di Lombok Utara juga diwajibkan untuk membentuk kelompok masyarakat (Pokmas) sebagai salah syarat pencairan bantuan simultan tersebut.

Saat ini sebanyak 807 Pokmas yang telah terbentuk, dengan jumlah pokmas yang telah mengantongi surat keputusan (SK) dari bupati dan wali kota sebanyak 694 kelompok. 

Ditambahkan Sugihartha, saat ini sebanyak 370 pokmas atau 5.576 kepala keluarga sudah siap untuk membangun hunian tetap. Dengan progres pembangunan saat ini, diprediksi pembangunan hunian tetap untuk korban gempa tidak bisa selesai sampai bulan Maret 2019 mendatang.

"Karena pada proses pembangunan hunian tetap banyak kendala yang dihadapi, salah satunya panel RISHA serta material bangunan yang terbatas," pungkas Sugihartha.

Sebelumnya, Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar mengatakan, masyarakat di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, mulai membangun hunian tetap, pascagempa bumi yang melanda daerah tersebut, Agustus lalu. 

Pembangunan ini dilakukan karena bantuan dana simultan telah dicairkan oleh pemerintah, kepada 13 ribu warga.

"Sekarang sudah mulai kerja, 13 ribu orang korban gempa sudah masuk uang ke rekeningnya. Dari 57 ribu yang sudah kita verifikasi, 41 ribu yang sudah punya rekening. Dari 13 ribu itu sudah banyak yang sudah mulai membangun baik yang menggunakan kayu, membangun rumah konvensional, maupun dengan konsep RISHA," kata Najmul Akhyar, Rabu (7/11/2018) kemarin.

 

Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17