Ratusan Warga Kabupaten Rejang Lebong Terjangkit DBD

“Kasus DBD ini meningkat dari tahun sebelumnya, yang hanya 64 kasus"

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 14 Nov 2018 15:48 WIB

Author

Muhamad Antoni

Ratusan Warga Kabupaten Rejang Lebong Terjangkit DBD

Seorang petugas kesehatan memperlihatkan stiker waspda Demam Berdarah Dengue yang berisi ajakan membasmi nyamuk Aedes aegypti. (Foto: ANTARA)

KBR, Rejang Lebong- Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu mencacat  hingga akhir Oktober 2018, sebanyak 161 warga terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong Syamsir mengatakan, angka ini meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 64 kasus.

Dinkes   memprediksi jumlah penderita DBD akan terus meningkat hingga akhir tahun nanti.

“Kasus DBD ini meningkat dari tahun sebelumnya, yang hanya 64 kasus, untuk itu saya mengimbau kepada masyarakat agar terus menjaga kebersihan lingkungan agar kasus ini tidak bertambah,” kata Syamsir kepada KBR, Rabu (14/11/2018).

Syamsir menambahkan, penyebaran kasus DBD ini menyebar   di 15 kecamatan dan ditangani oleh 21 puskesmas dan RSUD. 

“Semuanya tersebar di seluruh kecamatan yang ada, namun hingga saat ini kita tidak menemukan adanya korban meninggal dunia,” ujarnya.

Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menerapkan gerakan 4M yakni Menguras bak air, Menutup tempat air, Mengubur barang bekas dan Memantau jentik nyamuk. Gerakan 4M ini dianggap paling ampuh untuk memutus mata rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti.

“Gerakan 4M ini kita anggap paling ampuh untuk memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti dewasa. Karna kalau fogging selain biaya nya besar dan juga hanya membunuh nyamuk dewasa saja sedangkan untuk telur akan tetap menetas,” jelasnya.

Rejang Lebong merupakan salah satu Kabupaten yang masuk dalam katagori endemi DBD di Bengkulu. Catatan Dinkes menyebut, sebaran secara sporadis terjadi di 20 dari 156 desa/kelurahan yang tersebar di beberapa kecamatan di Rejang Lebong. 

Baca juga:

Editor: Friska Kalia



Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar