Orang Utan di Aceh Tamiang Ditemukan Buta Akibat Peluru Pemburu

"Tim turun menangkapnya, ternyata pas dilihat banyak sekali peluru senapan angin bersarang di tubuhnya,”

BERITA | NUSANTARA | NUSANTARA

Rabu, 14 Nov 2018 12:07 WIB

Author

Erwin Jalaludin

Orang Utan di Aceh Tamiang Ditemukan  Buta Akibat Peluru Pemburu

Petugas BKSDA Aceh memeriksa kondisi orang utan yang buta akibat ditembak senapan angin. (Foto: BKSDA Aceh)

KBR, Aceh– Seekor orang utan dievakuasi dari area perkebunan karet warga Dusun Bangun Sari, Desa Perkebunan, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang. Orang utan ditemukan  petugas dalam kondisi  buta akibat terkena peluru yang ditembakkan pemburu satwa liar di kawasan tersebut.

Kepala Balai Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, Orang utan betina dengan usia sekitar 15 tahun itu, mengalami luka tembak di sejumlah bagian tubuh. Peluru ditemukan di bagian dagu ada 2 butir, di kaki ada 1 butir dan di bagian mata yang akhirnya menyebabkan kebutaan. 

"Kita ditelepon sama warga di sana ada orang utan yang masuk ke kebun karet milik warga. Kemudian, tim turun menangkapnya, ternyata pas dilihat banyak sekali peluru senapan angin bersarang di tubuhnya,” Sapto Aji Prabowo kepada KBR, Rabu (14/11).

Kata  Sapto, BKSDA bersama mitra dari Orangutan International Centre (OIC) berencana akan melepasliarkan kembali satwa liar ini ke habitatnya di kawasan hutan Leuser Kabupaten Aceh Tamiang. Ini dilakukan lantaran hasil evaluasi tim dokter dan ahli hewan menyatakan tak ada masalah serius pada kesehatan Orang utan tersebut. 

Baca juga: 

 Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perlindungan Hukum untuk Para Pembela HAM Masih Lemah