Menteri Yohana: Tiga Anak Pengidap HIV di Samosir Harus Dapat Pendidikan

“Yang jelas anak-anak punya hak. Hak-hak anak salah satunya harus bersekolah, bermain, dan berkreatif."

BERITA | NUSANTARA

Senin, 12 Nov 2018 15:23 WIB

Author

Anugrah Andriansyah

Menteri Yohana: Tiga Anak Pengidap HIV di Samosir Harus Dapat Pendidikan

Ilustrasi: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak , Yohana Yembise.

KBR, Medan- Kurang lebih tiga bulan ketiga anak pengidap HIV, H (11), SA (10) dan S (7) tidak bisa bersekolah karena mendapat penolakan dari masyarakat Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Nasib ketiganya untuk mengenyam pendidikan di sekolah umum kini juga tidak jelas, karena hingga sekarang belum ada kesepakatan, antara Komite AIDS HKBP Nainggolan, selaku pengasuh tiga anak itu dan Pemerintah Kabupaten Samosir terkait pendidikan mereka.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan ketiganya harus mendapatkan hak pendidikan, seperti bersekolah di sekolah publik.

“Yang jelas anak-anak punya hak. Hak-hak anak salah satunya harus bersekolah, bermain, dan berkreatif. Ada 25 hak anak yang paling utama adalah hak sipil anak, di mana mereka harus mempunyai akta kelahiran dan bersekolah.  Jadi tidak ada komentar apapun anak-anak itu harus tetap bersekolah. Saya sudah koordinasi dengan kepala dinas, dan gubernur untuk melihat ke depan persoalan ini harus diselesaikan seperti apa. Saya tetap tegas, anak dalam keadaan dan situasi apapun harus bersekolah,” kata Yohana di Medan, Senin (12/11/2018).

Namun Yohana,  masih belum bisa memastikan apakah akan mengambil alih penanganan  ketiga anak pengidap HIV.  Kementerian PPPA sedang mengupayakan jalan terbaik, untuk ketiga anak itu termasuk tentang kepastian mendapatkan pendidikan di sekolah publik.

“Ya sedang dikoordinasi, dan kami mulai turun. Kami sedang menangani melalui unit pelayanan perlindungan perempuan dan anak sudah turun sekarang. Mudah-mudahan ke depan jawaban yang tegas,” ujarnya.

Yohana juga mengomentari tentang Rumah Sakit HKBP Nainggolan yang dinilai tidak memiliki fasilitas memadai untuk menangani pengidap HIV terutama anak-anak.

Ia melanjutkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan guna menjadikan rumah sakit ramah anak, bukan hanya di Samosir tapi juga seluruh Indonesia.

Baca juga:


“Yang jelas ini saya akan koordinasi dengan Menteri Kesehatan karena kalau sudah urusan kesehatan adalah urusan Menkes. Kami akan koordinasi terus karena memang kami sedang membuat rumah sakit ramah anak di seluruh Indonesia. Indikator-indikatornya siapapun anak itu warga Indonesia mempunyai hak yang sama untuk menikmati semua akses pendidikan,dan  kesehatan. Kami akan koordinasi dengan Menteri Kesehatan,” pungkas Yohana Yembise.


Editor: Kurniati  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Koalisi Gemuk Pemerintah Dinilai Ancam Demokrasi