Lubang Bekas Tambang di Kaltim Kembali Makan Korban, Begini Respons Gubernur

Ini kali menimpa Ari Wahyu Utomo, pelajar MTs Al Masyuhiriyah Tenggarong Seberang.

BERITA , NUSANTARA

Selasa, 06 Nov 2018 18:42 WIB

Author

Teddy Rumengan

Lubang Bekas Tambang di Kaltim Kembali Makan Korban, Begini Respons Gubernur

Ilustrasi. (Doc: JATAM)

KBR, Balikpapan – Lubang bekas tambang di Kalimantan Timur kembali memakan korban. Ini kali menimpa Ari Wahyu Utomo, pelajar MTs Al Masyuhiriyah Tenggarong Seberang. Remaja usia 13 tahun itu ditemukan tenggelam di areal konsesi tambang pada Minggu ( 4/11/2018) pekan lalu.

Ari menambah panjang jumlah korban anak yang meninggal di lubang bekas tambang di provinsi ini dalam beberapa tahun terakhir. Kejadian dua hari lalu itu merupakan korban yang ke-31 dari lubang bekas tambang di Kaltim.

Atas insiden tersebut Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor enggan berkomentar. Ia beralasan belum mengetahui kasus tersebut lantaran belum ada laporan dari jajarannya.

Isran yang baru dilantik pada Oktober 2018 itu mengatakan, harus berhati-hati dalam menanggapi kasus korban yang mati di lubang bekas tambang. Ia tak ingin ingin salah berkomentar karena belum memahami permasalahan. Hanya saja menurutnya, rata-rata izin tambang di Kalimantan Timur diterbitkan oleh bupati.

"Saya tadi enggak mau jawab karena baru saya dengar lagi berita itu, karena enggak tahu. Makanya saya tanya proses kejadiannya, bisa salah juga nanti. Saya tidak mau berita itu karena itu izin (tambang) yang dikeluarkan para bupati," kata Israb Noor di Balikpapan, Selasa (6/11/2018). 

"Nanti kalau saya cerita itu seolah-olah nanti saya menyalahkan para bupati, ya gak mau saya cerita itu karena belum tahu persoalan," tambah Isran.

Sementara Dinamisator Jatam Kalimantan Timur, Pradarma Rupang meminta Presiden Joko Widodo turun tangan. Karena dia menganggap soal kebijakan tambang ini tidak cukup hanya denan mendampingi kepada Pemerintah Daerah. Pradarma tak ingin kasus serupa terus berulang, maka itu pemerintah harus serius menyusun langkah pencegahan.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.