KPU Jombang Catat 3 Ribu Lebih Pemilih Non e-KTP

"Yang tidak punya KTP elektronik ini akan masuk di form khusus"

BERITA , NUSANTARA

Selasa, 20 Nov 2018 16:48 WIB

Author

Muji Lestari

KPU Jombang Catat 3 Ribu Lebih Pemilih Non e-KTP

Warga memperlihatkan aplikasi KPU RI pada layar ponsel untuk melakukan pengecekan data diri dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) Pemilu 2019 di Kantor Kelurahan Cipocok, Serang, Banten, Rabu (17/10/2018). (Antara Foto/Asep Fathulrahman)

KBR, Jombang - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur mencatat ada lebih dari 3 ribu pemilih yang masuk daftar pemilih khusus (DPK). Kategori ini merupakan pemilih yang berpotensi tidak memiliki KTP elektronik.

Anggota KPU Jombang, Abdul Wadud Burhan Abadi mengatakan DPK tersebut merupakan pemilih yang belum terdaftar sebagai pemilih tetap (DPT), namun mereka memiliki hak suara dalam Pemilu. Pemilih potensial non e-KTP ini nantinya akan masuk di form khusus.

"Yang tidak punya KTP elektronik ini akan masuk di form khusus, selanjutnya kita akan kroscek kembali dengan Dispenduk Capil untuk jumlah pastinya," jelas Burhan, Selasa (20/11/2018).

Sebelumnya, KPU Kabupaten Jombang telah menetapkan jumlah pemilih untuk Pemilu 2019 sebanyak 1.001.581 orang. Jumlah ini naik 11.552 dari DPT-HP 1 yang ditetapkan KPU beberapa bulan lalu. Selain daftar pemilih tetap (DPT), KPU juga merancang aturan untuk semua warga yang memenuhi syarat sebagai pemilih agar bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019.

Burhan menjelaskan, pada saat pemungutan suara, pemilih yang masuk kategori DPK juga dapat menggunakan hak pilih dengan menunjukkan KTP elektronik. Dia mencontohkan, pemilih yang dimungkinkan masuk DPK ini diantaranya adalah mahasiswa, santri atau pekerja yang tidak mungkin memilih di TPS asalnya.

Selain DPK, KPU juga menyusun daftar pemilih tambahan (DPTb). DPTb diisi oleh pemilih yang sudah masuk dalam DPT namun tidak bisa menggunakan hak pilih di TPS asal. Contohnya, pemilih pindahan yang pada hari pemungutan suara tidak bisa menggunakan hak pilihnya di tempat asalnya yang sesuai dengan KTP-elektronik.

Baca juga: 

Editor: Friska Kalia 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Menjadi Relawan Sejak Muda

Menjadi Relawan Sejak Muda

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13