Korlantas Polri Siagakan 72 Ribu Personel Jaga Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019

Kepala Detasemen Patroli Jalan Raya Korlantas Polri Bambang Sentot mengatakan, ribuan polantas ditempatkan di sejumlah titik di Indonesia.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 26 Nov 2018 22:08 WIB

Author

Resky Novianto

Korlantas Polri Siagakan 72 Ribu Personel Jaga Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019

Ilustrasi: Apel pengamanan natal dan tahun baru. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Kepolisian menyiagakan lebih dari 72 ribu personel polisi lalu lintas pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2019.

Kepala Detasemen Patroli Jalan Raya Korlantas Polri Bambang Sentot mengatakan, ribuan polantas ditempatkan di sejumlah titik di Indonesia. Di antaranya di beberapa ruas tol fungsional dan tempat wisata.

Kata dia, untuk pengaturan lalu lintas, kepolisian bakal fokus mengurai kemacetan di Cikampek.

"Kami menyiapkan tenaga tentunya khusus untuk Polisi lalu lintas ada 72 ribu, dengan jajaran jadi seluruh Indonesia." ucap Bambang di sela mengisi Acara FGD Sinergi Polri dengan Kementerian di kawasan Jakarta Selatan, Senin (26/11/2018).

"Kami juga menyiapkan 72 ribu anggota bukan hanya lalu lintas, tapi polisi fungsi lainnya juga," tambah Bambang.

Ia pun mengatakan, operasi lilin bakal digelar mulai 22 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019.

Polisi, lanjut Bambang, juga sudah menyiapkan manajemen pengalihan arus mengantisipasi kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek. Nantinya, bakal ada pengarahan penggunaan jalur alternatif di sekitar area kemacetan. Selain itu, personel di luar polantas juga bakal diterjunkan untuk menjaga keamanan di tempat ibadah dan pusat keramaian.

"Untuk kaitannya dengan kemacetan, kami memang fokus di Cikampek. Kami fokus ke sana, karena akan terjadi peningkatan arus dan tentunya kami mencoba untuk membuat manajemen pengalihan arus apabila terjadi penumpukan sebagaimana arus mudik balik 2018. Kami akan memberikan alternatif jalan."



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar