Imunisasi MR di Kaltim Belum Capai Target

Hingga perpanjangan satu pekan atau sampai 7 November 2018, realisasi pelaksanaan vaksin MR masih di bawah target 95 persen.

BERITA , NUSANTARA

Senin, 05 Nov 2018 13:37 WIB

Author

Teddy Rumengan

Imunisasi MR di Kaltim Belum Capai Target

Ilustrasi. (Foto: ANTARA)

KBR, Balikpapan - Pemerintah memperpanjang masa program vaksinasi campak rubella  (Measles Rubella/MR) tahap kedua untuk daerah luar Jawa hingga akhir tahun, namun untuk Kalimantan Timur, progresnya belum kelihatan. Hingga sepekan perpanjangan atau sampai 7 November 2018, realisasi pelaksanaan vaksin MR masih di bawah target 95 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Balerina menerangkan, imunisasi MR di provinsi ini rata-rata di kisaran 70-an persen. Bahkan di Kota Bontang realisasinya di angka 60-an persen.

Begitupun di Kota Balikpapan, pelaksanaan imunisasi MR baru sekitar 78 persen atau 156 anak yang diimunisasi. Meskipun ia mengklaim, dinas kesehatan telah menempuh pelbagai upaya tapi target masih sulit dicapai.

Menurut Ballerina, masih banyak warga yang menolak imunisasi MR, khususnya di daerah pinggiran Kota Balikpapan. Bahkan salah satu pesantren menolak pelaksanaan imunisasi MR, meski ada juga pesantren yang tidak menolak.

"Kan sampai 31 Oktober cuma 78,40 persen. Berarti tidak terealisasi target. Sosialisasi kami sudah kurang apa? Sosialisasi sudah kurang apa, ya kami mengharapkan itu capaiannya 95 persen. Bukan kurang cuma banyak warga yang menolak. Kalau Kaltim masih rendah. Paling rendah Bontang masih 60-an persen," ungkap Balerina di Balikpapan, Senin (5/11/2018).

Sementara Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyayangkan, masih banyaknya warga yang menolak imunisasi MR. Padahal kata dia, sudah ada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI)  yang membolehkan imunisasi MR.

Rizal pun membenarkan, rata-rata yang masih menolak adalah warga yang tinggal di wilayah pinggiran Kota Balikpapan.

Pemerintah Kota Balikpapan menggelar imunisasi MR serempak di gedung sport center, Senin (5/11/2018). Dalam kegiatan ini perwakilan MUI pun turut hadir. Sebelumnya, berbekal surat edaran Menteri Kesehatan, Pemprov Kalimantan Timur telah bersurat ke masing-masing Pemerintah Kota dan Kabupaten untuk memperpanjang pelaksanaan imunisasi MR karena target belum tercapai.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.