Harimau Berkeliaran, BKSDA Minta Polisi Segera Tindak Pembalak Liar

Satwa liar itu diduga berkeliaran hingga ke permukiman warga lantaran habitatnya dirusak.

BERITA , NUSANTARA

Kamis, 15 Nov 2018 19:30 WIB

Author

Erwin Jalaludin

Harimau Berkeliaran, BKSDA Minta Polisi Segera Tindak Pembalak Liar

Jejak tapak harimau di Linge Isaq, Kabupaten Aceh Tengah. (Foto : BKSDA Aceh)

KBR, Aceh – Sebanyak dua ekor kerbau milik warga Desa Kute Keramil, Kecamatan Linge Isaq, Kabupaten Aceh Tengah mati dimangsa Harimau Sumatera. Satwa liar itu diduga berkeliaran hingga ke permukiman warga lantaran habitatnya dirusak.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan telah menugaskan tim ahli dan pawang untuk mengatasi masalah tersebut.

"Informasinya diperkirakan ada dua individu harimau yang memangsa dua ekor kerbau. Nah, yang satu masih bisa diselamatkan oleh warga sempat disembelih, yang satunya lagi tidak sempat lagi sudah terlanjur dimangsa," terang Sapto Aji Prabowo kepada KBR, Kamis (15/11/2018).

Ia menduga, harimau itu memasuki permukiman penduduk setelah tempat hidupnya rusak akibat maraknya kasus pembalakan liar. Itu sebab ia pun mendesak aparat penegak hukum segera memproses hukum pelaku illegal logging guna menekan potensi konflik satwa liar dengan manusia.

Selain itu, BKSDA Aceh juga mendesak pelbagai pihak untuk menghentikan beragam muslihat perluasan sektor perkebunan dan infrastruktur yang merambah di area hutan.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.