Diterjang Banjir, Ribuan Warga Aceh Utara Mengungsi

4.278 jiwa penduduk di Kabupaten Aceh Utara, mengungsi akibat terjangan banjir

BERITA | NUSANTARA

Senin, 19 Nov 2018 09:39 WIB

Author

Erwin Jalaludin

Diterjang Banjir,  Ribuan Warga Aceh Utara Mengungsi

Bencana alam banjir menerjang Kabupaten Aceh Utara, Minggu (18/11). (Foto : Istimewa)

KBR, Aceh– Sedikitnya 1.400  keluarga  atau 4.278 jiwa penduduk di Kabupaten Aceh Utara, mengungsi akibat terjangan banjir yang terjadi pada Minggu (18/11/2018) kemarin. Bencana alam itu merusak 6 unit rumah, merendam lahan pertanian, perkebunan dan peternakan warga. 

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Khairuddin mengatakan, banjir terjadi disebabkan jebolnya tanggul sepanjang 150 Meter di sungai Krueng Pasee, Desa Kumbang, Kecamatan Samudera. Saat ini, BPBD terus memantau kondisi sembari melanjutkan proses evakuasi warga. 

"Kita dari Kantor BPBD dibantu SAR Kabupaten Aceh Utara siap 24 jam apabila dari pihak kecamatan meminta mengirimkan boat, maka Kita siap mengevakuasi mereka (korban banjir-red). Kita lagi menyiapkan pernyataan bencana dulu dan penetapan status,” kata Khairuddin kepada KBR.

Ia melanjutkan, BPBD sudah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk mengevakuasi warga yang masih terjebak banjir. Dilaporkan ketinggian air yang merendam pemukiman bervariasi antara 60 centimeter sampai 1,2 Meter. Pantauan terakhir KBR hari ini, ribuan warga masih berada di pengungsian. 

BPBD mengatakan, berdasar laporan petugas di lapangan sejumlah tanggul juga dilaporkan jebol. Beberapa tersebar di Desa Mancang, Teupin Ara, Kitoe, dan Paya Terbang, di Kecamatan Samudera

Hingga hari ini, BPBD merilis ada 32 desa yang tersebar di 6 Kecamatan yang terendam banjir. Masing-masing tersebar di Kecamatan Samudera, Syamtalira Aron, Matangkuli, Sawang, Gereudong Pase, dan Meurah Mulia. 

 Baca juga: 


Editor: Friska Kalia 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mendikbud Nadiem Makarim Diminta Perbaiki Mental dan Moralitas