Antrean Solar Hingga Dua Hari, Distribusi Sembako Terganggu

Truk pengangkut sembako harus mengantri hingga dua hari atau sekitar 30 jam.

BERITA , NUSANTARA

Selasa, 20 Nov 2018 17:33 WIB

Author

Teddy Rumengan

Antrean Solar Hingga Dua Hari, Distribusi Sembako Terganggu

Ilustrasi: Kelangkaan Solar (Foto: Antara)

KBR, Balikpapan – Distribusi sembako di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur dikhawatirkan terganggu akibat panjangnya antrean solar di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). 

Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kota Balikpapan, Syaifuddin mengatakan sopir truk pengangkut sembako harus mengantri hingga dua hari atau sekitar 30 jam di SPBU untuk mendapatkan 50-70 liter solar.

"Seharusnya mereka setiap hari bisa teratur mengisi solar dua kali, ternyata dua hari baru bisa beroperasi lagi. Karena mereka kan mengantre solarnya sampai dua hari atau sekitar 30 jam. Yang jelas banyak distribusinya sembilan bahan pokok," Syaifuddin, Selasa (20/11/2018).

Asosiasi penguasa meminta pemerintah agar segera mengatasi kondisi tersebut. Karena jika dibiarkan berlarut-larut kondisi ini akan menghambat distribusi bahan pokok dan menimbulkan inflasi yang menyebabkan melonjaknya harga kebutuhan pokok.

Tak hanya para sopir, keluhan serupa juga dirasakan para nelayan yang mengeluhkan sulitnya mendapat solar dalam sebulan terakhir.

Syaifuddin mengatakan, jika dalam waktu dekat tidak bisa teratasi, para sopir mengancam akan menggelar aksi sampai mogok beroperasi. Jika hal tersebut terjadi maka bisa dipastikan distribusi sembako akan terganggu.

Sementara hingga kini belum ada penjelasan Pemerintah Kota Balikpapan maupun Pertamina terkait sulitnya mendapatkan solar.

Baca juga: 

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.